Harga Telur di Surabaya Merangkak Naik

Harga Telur di Surabaya Merangkak Naik

Harga telur ayam ras di beberapa pasar tradisional Surabaya mengalami kenaikan. Pada awal Januari, harga telur per kilogramnya Rp 15 ribu kini mencapai Rp 18 ribu-18.500 per kilonya.

Pantauan enciety.co kenaikan harga tersebut tidak seragam di beberapa pasar tradisional. Seperti di Pasar Simo dan Keputran harga telur dilepas dari penjual ke pembeli dengan harga Rp 18 ribu sedangkan di Pasar Wonokromo dan Pasar Bendul Merisi terpantau Rp 18.500 per kilonya.
Sedangkan di swalayan atau minimarket, harganya melonjak di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogramnya.

Tantri (30), salah seorang pembeli di Pasar Wonokromo, mengeluhkan kenaikan harga tersebut. “Sebelumnya kenaikan harga daging sapi kini telur,” sungutnya, Kamis (16/1).

Menurutnya, dirinya kini bingung untuk memutar uang belanja. Padahal dirinya ingin keluarganya mendapat asupan gizi protein melalui telur.

“Harga tempe juga naik. Biasanya Rp 5 ribu dapat banyak kini cuma dapat sepotong kecil,” ujarnya.

Parjo, warga Semarang salah satu pedagang telur di Pasar Wonokromo, mengatakan kenaikan harga telur sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

“Naiknya secara bertahap sejak Desember lalu. Sebelumnya harga telur masih di kisaran Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogramnya,” kata Parjo.
Menurutnya, pedagang seperti dirinya tidak bisa berbuat banyak, karena memang kenaikan harga tersebut sudah terjadi di tingkat agen yang lebih besar. ”Kami ambilnya sudah naik, otomatis kita juga harus menaikan harga agar dapat untung,” ujarnya.(wh)