Harga Teh Terus Alami Penurunan

 

Harga Teh Terus Alami Penurunan

Harga jual  teh terus mengalami penurunan.   Kondisi ini berbanding lurus dengan kualitas komoditas ini yang juga terus alami penurunan.  Sejak akjir 2013 lalu, harga jual di tingkat petani  berada dikisaran Rp 2.000-2.500 per kg.

“Seharusnya harga teh naik karena ongkos produksi tiap tahunnya terus naik. Harga teh yang ideal berkisar antara Rp 3.000 per kg hingga Rp 3.500 per kg. Ini berdasarkan hitungan kenaikan ongkos produksi yang naik sekitar 20 persen,” kata Wakil Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Endah Sopari, Jumat (2/5/2014).

Ia menuturkan, kenaikan ongkos produksi serta tuntutan kenaikan upah pekerja membuat petani tak berdaya. “Walaupun ada kenaikan ongkos produksi dan upah pekerja, petani teh menahan diri untuk menaikkan harga teh, karena kualitas teh lokal juga menurun akibat iklim cuaca tanah air kurang kondusif,” ungkapnya.

Menurut dia, komponennya tertinggi dalam produksi yakni kenaikan upah tenaga kerja. Sisanya, lanjut dia, berasal dari ongkos produksi bahan baku. Untuk penurunan kualitas teh, selain kondisi iklim juga belum adanya replanting atau tanaman baru untuk pohon teh membuat kualitas teh lokal juga menurun.

 Rata-rata pohon teh telah ditanam sejak tahun 1950 dan belum ada tanaman baru yang kembali ditanam.

Direktur Dewan Teh Indonesia, Sultoni Arifin mengatakan, binis teh yang menjadi salah satu andalan komoditas perkebunan memang tak lagi kondusif karena memang harganya yang murah.

“Perkebunan teh sudah terlalu lama tidak diperbaiki. Akibatnya sudah 20 tahun bisnis teh kurang kondusif karena harganya jatuh, terutama untuk perkebunan teh rakyat,” katanya.

Menurut dia, karena tidak dipelihara dengan baik, mutu teh domestik pun rendah. Ia pun meminta pemerintah perlu mencari tahu penyebab penurunan kualitas ini untuk segera diperbaiki.

“Pengolahan teh yang ada juga masih konvensional. Padahal jaman sudah banyak berubah, teknologi bisa digunakan untuk menggenjot produksi. Harus ada perbaikan on farm di kebun, perlu intensifikasi juga dan peremajaan kebun teh,” ujarnya.

Penurunan lahan perkebunan teh di Indonesia semakin serius. Dalam 10 tahun terakhir luas lahan perkebunan teh di Indonesia berkurang 30.000 hektar atau saat ini tersisa 120.000 hektar. Dampaknya, ekspor teh terus menurun dan impor terus naik. (ram)