Harga Properti Residensial Jatim Naik 5,8 persen

 

Harga Properti Residensial Jatim Naik 5,8 persen

Tahun ini pada triwulan pertama, harga properti residensial di wilayah Jatim seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto mengalami peningkatan. Peningkatan itu diakibatkan kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang meningkat 4,26 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Jatim Dwi Pranoto menjelaskan , berdasarkan tipe rumah yang ditawarkan, kenaikan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPR) tertinggi terjadi pada rumah tipe besar yang mengalami kenaikan sekitar 5,8 persen, disusul oleh tipe menengah yang naik 5,2 persen, dan tipe kecil yang naik 1,4 persen .

“Responden menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bangunan, kenaikan upah pekerja, tingginya biaya perizinan menjadi pendorong kenaikan rata-rata harga perumahan pada triwulan I/2014. Di samping itu, upaya pengembang untuk memberikan penambahan fasilitas umum yang memadai juga menjadi alasan kenaikan harga yang ditawarkan,” terang Dwi Pranoto, Minggu (18/5/2014).

Dwi menambahkan, responden memprediksi kenaikan harga properti masih akan berlanjut pada Triwulan II/2014. Hal ini tercermin dari perkiraan kenaikan IHPR sebesar 3,3 persen  dibandingkan Triwulan I-2014.

Perkiraan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil sebesar 4,93 persen , disusul oleh tipe besar sebesar 4,61 persen  dan tipe menengah sebesar 0,46 persen. Sementara itu, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, IHPR akan diprediksi naik hingga 17,5 persen.

“Kenaikan harga disumbang oleh rumah tipe kecil sebesar 18,2 persen, tipe menengah sebesar 18,6 persen  dan tipe besar sebesar 15,7 persen,” paparnya

Dari sisi kebijakan, perlambatan ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan kredit properti yang pada periode-periode sebelumnya cenderung tumbuh terlalu tinggi.

“Langkah ini dilakukan guna menghindari risiko kredit yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan secara umum,” pungkasnya.(wh)