Harga Minyak Terjun Akibat Perang AS vs Timur Tengah

Harga Minyak Terjun Akibat Perang AS vs Timur Tengah
Dorodjatun Kuntjoro Jakti

Harga minyak mentah terus tertekan hingga ke level di bawah US$ 50 per barel sejak enam bulan lalu. Penurunan harga minyak selama periode tersebut kurang lebih sebesar 50 persen.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dorodjatun Kuntjoro Jakti menganalisa, penyebab terjunnya harga minyak dunia tersebut akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah.

Adapun, perang yang dimaksud adalah perebutan pasar dimana AS saat ini terus meningkatkan produksi minyaknya melalui revolusi teknologinya.

“Saya tidak yakin Saudi Arabia‎ atau negara OPEC mau mengorbankan market share mereka, saya tidak yakin itu,” ujar Dorodjatun di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Dia lalu mengatakan, jika negara-negara OPEC kemudian mengurangi produksinya untuk menjaga harga minyak dunia, maka AS akan masuk di pasar internasional dengan memasarkan minyak hasil produksinya dengan harga yang lebih murah.

Untuk itu, penurunan harga minyak mentah tersebut secara langsung adalah dalam rangka menjaga market share negara-negara OPEC dalam bersaing dengan AS.

‎”Saya melihat market battle ini akan terus berlangsung lama, dimulai dengan AS yang mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara middle east,” papar dia. (lp6/wh)‎