Harga Minyak  Menguat

Harga Minyak Menguat

foto: net

 

Harga minyak bergerak menguat pada penutupan perdagangan Rabu pagi. Pendorong utama kenaikan harga minyak adalah komentar dari Menteri Energi Arab Saudi dan penurunan tajam pada nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (18/1/2017), harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Februari naik 11 sen atau 0,2 persen ke level USD 52,48 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak mentah Brent, yang merupakan patokan harga dunia, turun 39 sen atau 0,7 persen ke angka USD 55,47 per barel di ICE Futures Europe.

Harga minyak naik setelah Menteri energi Arab Saudi Khalid al-Falih menyatakan bahwa saat ini adalah waktu dimana harga minyak akan mencari keseimbangan baru setelah terjadi kesepakatan yang dijalankan oleh negara yang tergabung dalam organisasi pengekspor minyak (OPEC) dan 11 negara non-OPEC.

Selain itu, kejatuhan nilai tukar dolar AS juga menjadi pendorong kenaikan harga minyak. Pelemahan dolar AS membuat harga minyak lebih murah bagi pelaku pasar yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar Dolar AS. Murahnya harga minyak tersebut mendorong aksi beli sehingga membuat harga minyak naik. “Semua memasang harga di atas,” kata broker minyak Herbert J. Sims & Co, Donald Morton.

Beberapa negara produsen terbesar minyak sudah merealisasikan perjanjian pemotongan produksi. Arab Saudi sebagai pemimpin OPEC secara de fakto juga telah merealisasikan pemotongan produksi.

Penurunan harga minyak yang cukup dalam membuat pemerintah Arab Saudi setuju untuk melakukan pemotongan produksi dalam kesepakatan November lalu. “Produksen-produsen minyak ingin menghindari anjloknya harga ke level yang lebih dalam lagi,” jelas Kepala Ekonom First Standard Financial, New York, AS, Peter Cardillo.  (lp6)