Harga Minyak Menguat Terdorong Konflik Irak dan Libya

Harga Minyak Menguat Terdorong Konflik Irak dan Libya
Foto : proeneri

Senin (Selasa, 5/8/2014) pagi WIB), harga minyak bergerak menguat pada penutupan perdagangan setelah terjadi kekacauan produsen minyak di Libya dan Irak pada akhir pekan lalu.

Harga minyak patokan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik 41 sen menjadi USD 98,29 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman September menguat 57 sen menjadi USD 105,41 per barel di London. Kenaikan harga minyak dipicu dari kekerasan yang berlanjut di Libya. Apalagi bentrokan yang terjadi di Tripoli menyebabkan korban jiwa pada akhir pekan. Para analis menilai, kekerasan yang terjadi mengancam upaya pemulihan produksi minyak di Afrika Utara.

Selain itu, pertempuran juga berkecamuk di Irak. Militan Sunni menyita dua ladang minyak kecil di Irak Utara yang memiliki kapasitas gabungan sebesar 20 ribu barel per hari.

“Selama akhir pekan, berita penuh dengan kekerasan di Timur Tengah, apakah itu Irak dan Libya. Kombinasi peristiwa ini mulai mempengaruhi harga minyak mentah,” ujar Andy Lipow, Konsultan Energi Houston Lipow Oil Associates, seperti dikutip dari The Bull Asia, Selasa (5/8/2014).

Lipow menambahkan, para trader akan tetap berhati-hati dengan permintaan bensin AS, akan tetapi berlanjutnya kekerasan di daerah penghasil minyak utama dapat dengan mudah mendorong harga minyak kembali naik. (lp6/wh