Harga Minyak Dunia Menguat usai Dilanda Aksi Jual

Harga Minyak Dunia Menguat usai Dilanda Aksi Jual

foto:reportingoilandgas.org

Harga minyak dunia berbalik naik (rebound) dari penurunan hari sebelumnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pedagang mengabaikan kekecewaan mereka atas kesepakatan pengurangan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Harga minyak turun tajam pada Kamis (25/5), dengan minyak mentah AS dan minyak mentah Brent turun hampir lima persen, karena investor kecewa dengan keputusan OPEC untuk memperpanjang pengurangan produksi selama sembilan bulan.

Negara0-negara OPEC dan non-OPEC pada Kamis (25/5) memutuskan untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak bersama selama sembilan bulan guna menyeimbangkan pasar minyak global setelah pertemuan tingkat menteri di Wina.

OPEC dan beberapa produsen minyak Non-OPEC bersama-sama memangkas produksi 1,8 juta barel per hari dari awal 2017 sampai 1 Juli 2017, berusaha menyeimbangkan pasar minyak dari kelebihan produksi. Dengan perpanjangan, pemotongan produksi minyak akan diperpanjang sampai Maret 2018.

Para pedagang semula berspekulasi bahwa mungkin kartel akan membuat pemotongan produksi lebih dalam atau bahkan mempertahankan kesepakatan di tempat itu selama satu tahun lagi.

Sementara itu, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang AS meningkat sebanyak dua rig menjadi 722 rig pada minggu ini, menandai kenaikan mingguan yang kesembilanbelas, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan pada Jumat (26/5).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, bertambah 0,90 dolar AS menjadi menetap di 49,80 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, naik 0,69 dolar AS menjadi ditutup pada 52,15 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (ant/wh)