Harga Minyak Anjlok, Pertamina Mengaku Tetap Rugi

 

Konsumsi Premium Jatim Naik 17 Persen saat Lebaran

Meskipun harga minyak dunia tengah anjlok, PT Pertamina (persero) mengaku masih rugi. Bahkan kerugian Pertamina dari penjualan premium terus menumpuk. Padahal harga minyak dunia saat ini masih berada di kisaran USD46,90 per barrel.

Sekertaris Perusahaan Pertamina Wisnuntoro mengatakan, sejak awal 2015 awal sampai hari ini, perseroan mengalami kerugian hingga Rp15,2 triliun. Dia menjelaskan, kerugian dari penjualan premium ini terjadi lantaran adanya selisih harga. “Bensin harga keekonomian sesuai itungan pemerintah itu lebih tinggi dari Rp7.400, Harga seharusnya sekitar Rp7.700 sampai Rp7.800, dari selisih ini (rugi),” ungkapnya di Gedung Dewan Pers, Minggu (20/9/2015).

Dia juga menyebutkan, harga BBM sangat sensitif dengan inflasi, sehingga pemerintah tidak bisa mengubah harga secara tiba-tiba. “Kita kan tahu minyak ini kan faktor inflasinya tinggi jadi kita sangat maklum bahwa pemerintah tidak bisa begitu gampang menaik turunkan. Makanya pas naik kita harapkan mudah-mudahan akan turun dan dapat saving, jadi nanti akhir tahun mudah-mudahan bisa keep,” imbuhnya. (oke)