Harga LPG Naik, Ini Penjelasan Pertamina

Harga LPG Naik, Ini Penjelasan Pertamina

Kenaikan harga LPG tabung melon 3 kilogram yang mencapai Rp 17 ribu di tingkat pengecer membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memanggil pihak Pertamina.

Dalam pertemuan tersebut, General Manager Marketing Operation Region V Pertamina Giri Santoso mendatangi rapat yang diadakan oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Rabu (4/3/2015).

“Saya diminta oleh Pak Karwo untuk menjamin elpiji tiga kilogram aman dipasaran,” kata Giri Santoso kepada wartawan usai pertemuan.

Menurutnya, dirinya selaku perwakilan Pertamina Jatim menjamin tidak adanya kelangkaan elpiji melon tersebut di wilayah Jawa Timur.

Sedangkan untuk harga yang bervariasi, Giri Santoso mengatakan bila kenaikan harga yang melebihi Harga Eeceran Tertinggi (HET) dari Pertamina tergantung dari pangkalan elpiji masing-masing. HET elpiji tiga kilogram yang telah ditetapkan oleh Pemprov Jatim dan Pertamina sendiri adalah Rp 16 ribu.

Oleh sebab itu, Pertamina meminta kepada masyarakat agar membeli elpiji di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan atau pangkalan resmi Pertamina dan bukan di tingkat pengecer atau toko.

“Sebenarnya ada penetapan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jatim terkait HET untuk masing-masing kabupaten. Tetapi kami tidak bisa mengetahui bila ditingkat pengecer toko. Jadi sebaiknya beli saja di agen resmi Pertamina,” terusnya.

Gubernur Jatim Soekarwo sendiri usai pertemuan mengatakan bila .Pertamina telah memastikan kepada dirinya bila pasokan elpiji ukuran 3 kilogram di Jatim tetap aman.

“Mereka bilang tidak akan ada kekurangan pasokan elpiji ukuran 3 kilogram,” kata Soekarwo. (wh)