Harga Jual Mobil Merangkak Naik

Harga Jual Mobil Merangkak NaikAgen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) menaikkan harga jual mobil mulai 1 Januari 2014 lalu. Selain karena biaya produksi naik, nilai tukar rupiah yang masih terus melemah menjadi pencetus.
PT Toyota Astra Motor Toyota menaikkan harga jual mobil rata-rata sebesar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. “Kami masih menyesuaikan harga dengan melihat kondisi konsumen,” ujar Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor.

PT Astra Daihatsu Motor juga menaikkan harga. Rio Sanggau, Head Domestic Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor mengatakan, sudah menaikkan harga rata-rata antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta. “Harga jual naik karena ada kenaikan material dan jasa,” ujar Rio.

PT Suzuki Indomobil Sales menaikkan harga jual mobil sebesar 1 persen. “Kenaikan harga bervariasi, mulai Rp 1,5 juta-Rp 3 juta,” kata Davy J. Tuilan, 4W Marketing & DND Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat Toyota harus menaikkan harga jual mobil. Pertama adalah rupiah loyo, maklum saja beberapa komponen mobil masih bergantung kepada impor. Kedua adalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan energi.

Idealnya, kata Davy, kenaikan harga jual mobil harus mengikuti kenaikan nilai tukar. Sebab, nilai tukar merupakan salah satu faktor utama untuk menentukan harga jual mobil. “Nilai tukar naik 15%-18% seharusnya harga mobil naik 10%,” tandasnya.

Sementara itu, Rijal Mulyadi, Marketing Communication Manager PT Kia Mobil Indonesia menyatkaan belum ada kenaikan harga. “Yang pasti ke depannya akan naik, cuma berapa besar belum ditentukan,” katanya. (bh/berbagai sumber)