Harga Emas Tak Stabil, Pegadaian Masih Tekor Rp 179 M

Harga Emas Tak Stabil, Pegadaian Masih Tekor Rp 179 M

PT Pegadaian (Persero) berupaya mengejar pendapatan laba yang masih kurang dengan enam program. Saat ini PT Pegadaian Wilayah Jawa Timur baru membukukan laba sebesar Rp 3 triliun (hingga Agustus) dan masih dianggap kurang sekitar Rp 179 miliar.

Enam program yang disiapkan PT Pegadaian Wilayah Jatim adalah terima barang jaminan gudang, arisan emas, mikro, uang pinjaman, dan dana taksiran dimaksimalkan. Dari enam program tersebut, mikro dan arisan diharapkan bisa memberi kontribusi sebesar 70 persen dari target pendapatan.

Wakil Kepala Wilayah Pegadaian Wilayah Jatim Supriyanto menegaskan, ada sedikit pelambatan tahun ini dibanding tahun lalu. Salah satunya, harga emas yang terpengaruh dengan kurs rupiah dan harga emas global.

Ekspektasi kita terhadap emas terpengaruh dengan harga yang tidak stabil. Ketika kurs upiah menguat, emas kita turun. Sebaliknya, ketika dollar menguat, emas kita naik,” kata Supriyanto saat dijumpai disela-sela program kemitraan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jumat (12/9/2014).

Selain itu, sambung dia, masalah ini juga diperngaruhi kondisi perekonomian secara umum juga melambat. Masalah lain karena produksi emas sepanjang kuartal pertama dan kedua cukup besar. Hal ini yang berdampak pada harga emas sedikit tertahan. Kondisi diperburuk dengan pasar dunia, dimana Tiongkok dan India mengurangi impor emas.

Supriyanto juga berharap untuk gap taksiran bisa ditingkatkan untuk mendorong pendatapan laba. “Semisal harga barang dinilia Rp100, tetapi taksiran hanya Rp 50. Artinya, masih ada gap yang harus dipangkas, agar gap tidak terlalu jauh,” tambahnya.

Dari keenam program yang disusun Pegadaian Jatim ini sudah disusun sejak Juni lalu. Tetapi sedikit terganjal pada aktivitas masyarakat seperti  Puasa hingga Lebaran yang menyebabkan return belum maksimal. Justru pada periode tersebut Pegadaian lebih banyak melakukan pembelanjaan dibanding pemberian modal.

“Kita optimistis sampai akhir tahun bisa tercapai target membukukan pendapatan sekitar Rp 3,1 triliun. Dengan catatan, program ini benar-benar berjalan dengan apik,” tegasnya. (wh)