Harga Emas Makin Kinclong, Ini Penyebabnya

 

Harga Emas Makin Kinclong, Ini Penyebabnya

Harga emas ditutup menguat dan menembus level di atas USD 1.300 per ounce pada pekan lalu. Hal ini mengindikasikan masih adanya potensi penguatan harga. Menurut Head of Reseach and Analysis Divison PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra,  potensi penguatan ke area resisten berikutnya di kisaran USD 1.335 per ounce. Sementara level US$ 1.306 per ounce menjadi level support penting. “Pergerakan di bawah support ini berpeluang mendorong harga turun ke US$ 1.285 per ounce,” jelas Ariston.

Faktor konflik Irak mungkin masih menjadi penguat harga emas. Logikanya konflik Irak mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang berpotensi menaikkan inflasi, emas diburu untuk melindungi nilai aset dari inflasi.

Penggerak harga emas lainnya yaitu data survei manufaktur China oleh HSBC, data PMI Zona Euro, dan beberapa data ekonomi Amerika Serikat (AS).
“Data China terkait dengan potensi permintaan emas, sementara data euro dan AS terkait nilai tukar dolar AS,” terangnya.

Harga emas sempat menguat ke level USD 1.321 per ounce pada kamis pekan lalu, penguatan harian terbesar sejak September 2013 sekaligus level tertinggi tujuh minggu. Emas ditutup di level USD 1.314 per ounce dan mencatatkan kenaikan tiga pekan berturut-turut.

“Kenaikan itu dipicu keputusan FOMC meeting yang kurang hawkish, di mana Bank Sentral AS (The Fed) belum secara jelas menetapkan jadwal kenaikan suku bunga,” ungkap analis dari Centralfutures.com, Wahyu Tri Laksono.

Kini, potensi penguatan ke level USD 1.330 per ounce masih terbuka jika emas mampu menguat ke atas level USD 1.322 per ounce. Jika emas bisa lanjut menembus level USD 1.330 per ounce, maka terbuka potensi untuk mendekati resisten yang berada di level USD 1.345, USD 1.360, USD 1.370, dan USD 1.387, resistance terkuat berada di USD 1.400 dan USD 1.416.       

Kegagalan menembus level USD 1.322, lanjut dia, akan berpotensi kepada pengujian support emas. Support terdekat berada di USD 1.305, USD 1.300, dan USD 1.295. Tembusan di bawah level USD 1.295 akan memicu potensi bearish emas ke level USD 1.290, USD 1.282, USD 1.273, dan USD 1.258. “Support terkuat berada di USD 1.240. Tembusan di bawah level USD 1.240 akan membuka jalan pelemahan ke support jangka menengahnya yang berada di  level USD 1.230, USD 1.215, USD 1/200, dan  terkuat di USD 1.180,” papar Wahyu. (lp6/ram)