Harga Emas Jatuh Dipicu Kenaikan Bursa Saham

Harga Emas Jatuh Dipicu Kenaikan Bursa Saham
ilustrasi: apmex.wp

Harga emas melemah pada perdagangan Rabu pekan ini dipicu kenaikan bursa saham. Hal itu mengurangi bobot investasi di logam mulia dan ditambah dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat.

Di pasar spot, harga emas turun 0,2 persen menjadi USD 1.084 per ounce. Sedangkan emas berjangka AS merosot 0,2 persen menjadi USD 1.083,20.

Sedangkan harga perak naik 0,2 persen menjadi USD 13,82 per ounce. Sementara itu, platinum naik 0,6 persen menjadi USD 837,53 per ounce.

Penguatan bursa saham Asia dari posisi terendah dalam empat tahun seiring China berupaya menstabilkan mata uangnya. Ini membawa ketenangan untuk bursa saham. Hal itu juga berdampak ke harga emas. Sisi lain, harga minyak menyentuh level terendah di bawah US$ 30 per barel. Ditambah sentimen penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

“Pasar mengharapkan kalau bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya. Ini  menyebabkan dolar AS sangat kuat sehingga harga emas cenderung tertekan,” ujar Kepala Riset Shandong Gold Group Shu Jiang, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (13/1/2016).

Sebelumnya harga emas sempat reli di awal Januari. Namun reli itu terhenti lantaran ada harapan kenaikan suku bunga bank sentral AS sehingga menurunkan permintaan untuk harga emas dan meningkatkan dolar AS.

Dalam ulasan www.fortisasiafutures.com, sejak awal 2016, pasar telah terguncang oleh anjloknya pasar saham China, pelemahan yuan dan intervensi dalam oleh otoritas China.

Pergerakan liar akibat kekhawatiran ekonomi China akan berjalan lebih sulit untuk stabil seperti yang diharapkan. China merupakan konsumen emas terbesar dunia sekitar 1.000 ton per tahun. Logam mulia sering kali dianggap sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian keuangan. (lp6/wh)