Harga Daging Sapi Naik Akibat Permintaan Meningkat

Harga Daging Sapi Naik Akibat Permintaan Meningkat
Suasana rumah potong hewan di Surabaya. foto: Avit Hidayat/enciety.co

Konsumsi daging sapi perlahan kini mulai meningkat. Namun, peningkatan permintaan belum diimbangi dengan stok sapi lokal yang ada di Jatim, sehingga harga daging sapi kembali merambah naik. Jika harga sebelumnya Rp 40.000-41.000 per kg untuk bobot hidup, sekarang harga naik menjadi Rp 42.000-43.000 per kg.

“Di Surabaya, sejumlah pedagang sapi juga mulai resah karena harga beli sapi hidup naik sekitar Rp 2.000 per kilogramnya. Kenaikan harga sapi itu dirasa berat. Ini karena permintaan sudah mulai meningkat tapi stok sapi kurang jadi harganya naik,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS), Muthowif, Selasa (5/5).

Dengan kenaikan harga  yang dinilai sedikit memberatkan pedagang akhirnya berimbas pada harga daging yang juga ikut naik. Untuk mengantisipasi kurangnya stok sapi lokal, para pedagang juga banyak mendatangkan sapi dari luar, seperti sapi Bali.

Sementara kenaikan harga daging sapi potong yang ada di pasaran mencapai Rp 95.000-96.000 per kilonya. Ia khawatir jika permintaan terus tinggi, maka harga daging akan terus merangkak naik terutama saat menjelang Hari Raya Idul Fitri bulan Juli mendatang.

“Sebagai ukurang tingginya permintaan daging sapi di pasaran bisa dilihat di RPH (rumah potong hewan). Di RPH Surabaya sapi yang dipotong per harinya kini bertambah lima sampai sepuluh ekor,” ujarnya.

Berbeda dengan pernyataan pedagang, peternak mengklaim jika pasokan sapi lokal masih cukup bahkan sudah mulai bertambah. Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana mengatakan pasokan sapi lokal sudah mulai bertambah.

Sapi lokal juga telah memiliki pasar sendiri sehingga kebutuhan masyarakat setempat terpenuhi. Dijelaskannya jika saat ini harga sapi lokal hidup memang lebih tinggi dibandingkan sapi bakalan impor yakni sebesar Rp 42.000 per kg. Karena itu, ia meminta agar sapi bakalan tidak merembes ke pasar lokal yang berpotensi membuat permintaan sapi lokal turun.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mengumumkan penambahan kuota izin impor sapi bakalan menjelang lebaran dan puasa menjadi 250.000 ekor. Jumlah itu lebih banyak dari kuartal pertama yang hanya 100.000 ekor. Kemendag juga meyakini kebutuhan daging sapi dalam negeri menjelang lebaran akan terpenuhi. (kmf/wh)