Harga Beras Naik, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah

Harga Beras Naik,  Jumlah Penduduk Miskin Bertambah
foto: Umar Alif/enciety.co

Harga beras yang terus naik mengakibatkan jumlah penduduk miskin di Indonesia semakin banyak. Alasannya, pengeluaran terbanyak dari  orang miskin dan rentan miskin adalah untuk membeli beras. Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto, dalam lokakarya “Program Penanggulangan Kemiskinan bagi Jurnalis” di Jakarta, Rabu (3/6/2015). “Apabila harga beras tak bisa dikendalikan, jumlah orang miskin akan bertambah banyak,” katanya.

Data yang diperoleh dari Sekretariat TNP2K menunjukkan sebanyak 65 persen pengeluaran penduduk miskin untuk makanan dan sisanya 35 persen buat nonmakanan. Dari pengeluaran untuk makanan, sebanyak 29 persen dipakai untuk membeli beras.

Kenyataan di lapangan menunjukkan rata-rata harga beras sejak Agustus 2014 terus meningkat hingga Maret 2015, lalu mulai menurun pada April 2015. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga beras pada Agustus 2014 mencapai Rp 11.390 per kilogram, lalu terus meningkat pada bulan-bukan berikutnya dan pada Desember 2014 mencapai Rp 12.210 per kilogram. Memasuki tahun 2015, harga beras terus meningkat dan mencapai puncaknya pada Maret 2015 dengan harga Rp 13.069 dan mulai menurun pada April 2015 menjadi Rp 12.458.

Berdasarkan data BPS, pada September 2014 jumlah penduduk miskin mencapai 27,73 juta jiwa atau 10,96 dari jumlah penduduk. Sedangkan jumlah penduduk yang rentan miskin sekitar 70 juta jiwa. (bst)