Harga Beras Diprediksi Masih Mahal Hingga April

Harga Beras Diprediksi Masih Mahal Hingga April
Penjual beras di Pasar Beras Bendul Merisi Surabaya mengaku sedikit kesulitan mencari beras lantaran pasokan yang tersendat akibat musim penghujan, Selasa (24/2/2015).

Tidak hanya di Jakarta, kenaikan sejumlah kebutuhan barang pokok juga terjadi di Surabaya. Seperti yang terlihat di sejumlah pasar tradisional Surabaya, Selasa (24/2/2015), harga beras dan sejumlah komoditas lainnya mengalami lonjakan harga karena pasokan yang menipis.

Sudarno, salah satu pedagang beras di Pasar Beras Bendul Merisi, mengakui bahwa hampir sepekan terakhir harga beras mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Itu terjadi hampir pada semua jenis beras mulai dari kualitas rendah hingga yang terbaik.

“Kenaikannnya antara Rp 1.500 hingga Rp 2 ribu per kilo gram. Mulai dari beras jenis IR 64 maupu IR super sampai Raja Lele semuanya naik. Dari Rp 9,5 ribu menjadi Rp 10,5 ribu. Sedangkan kualitas super mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogramnya,” akunya saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Lonjakan harga beras ini diperkirakan oleh Sudarno akan terus terjadi hingga awal April mendatang. Pasalnya ini karena pasokan beras di sejumlah daerah di Jawa Timur sedang tersendat. Banyak petani yang gagal panen lantaran intensitas hujan yang tinggi dan terkena hama penyakit.

“Banyak petani yang mengeluh padinya rusak bahkan gagal panen karena musim hujan merendam padi mereka. Sejumlah daerah terjadi banjir. Jadi pasokan beras sekarang sedang sulit dicari,” katanya.

Biasanya salah satu tanda-tanda beras akan murah itu kalau ada banyak pemasok dari daerah mengirimkan beras ke Surabaya. Tapi yang terjadi sampai saat ini, jumlah pemasok masih sangat terbatas, hanya dari Lamongan dan Madiun saja.

“Ini saya mengambil (beras) 2 ton saja, saya tidak bisa mengambil banyak karena stok juga terbatas. Tapi kalau banyak yang menawarkan biasanya beras akan turun, diperkirakan pada awal April mendatang saat musim panen tiba,” imbuhnya.

Sejumlah pedagang lainnya di Pasar Wonokromo Surabaya juga mengakui bahwa minimnya pasokan menjadi penyebab utama melonjaknya harga beras di sejumlah pasar tradisional Surabaya. Salah satu pedagan beras, Hartatik (45) sejak tiga hari yang lalu mengaku kesulitan mencari beras.

“Kalau hujan terus juga produksi beras akan melamban. Otomatis pasokan juga tersendat. Sementara ini hanya beras saja yang naik, sedangkan harga barang kebutuhan lain seperti kacang, jagung, beras merah, masih stabil,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya, Widodo Suryantor kepada enciety.co mengaku telah berupaya agar pasokan beras di Surabaya stabil. Terlebih beras adalah komoditas utama kebutuhan warga Surabaya yang harus terpenuhi.

“Kita berharap lonjakan ini tidak berlangsung lama dan tidak menyebabkan terjadinya inflasi. Karena itu kita sudah koordinasikan dengan sejumlah daerah-daerah pemasok beras untuk mengirimkan berasnya ke Surabaya. Meski begitu, karena pasar yang bebas kita tidak bisa berharap banyak ini efektif,” sambungnya.  (wh)