Harga Bensin Diusulkan Naik Rp 10.000/Liter

 

Harga Bensin Diusulkan Naik Rp 10.000/Liter

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 10.000 per liter.

Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan penaikan tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi disparitas harga antara BBM bersubsidi dan BBM non-subsidi. Dengan kenaikan harga masyarakat diyakini tidak akan melakukan penyalahgunaan sehingga terjadi kelangkaan di sejumlah daerah.

“Kalau saya dipanggil Jokowi, saya usulkan lagi. Idealnya harga Rp10.000 per liter,” katanya seusai rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (25/8/2014).

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengaku sampai saat ini belum ada rencana kenaikan BBM bersubsidi.

Menurutnya, kebijakan penaikan BBM harus melalui pembicaraan serius. Apalagi, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini akan berakhir dalam kurun waktu dua bulan mendatang dan akan digantikan oleh pemerintahan baru.

Saat ditanya apakah Pemerintahan SBY akan menaikkan harga BBM, Wacik menjawab hingga kini belum ada pembahasan.

Menurutnya, pembahasan kenaikan BBM harus dibicarakan antara pemerintahan saat ini dengan pemerintahan baru. Akan tetapi, belum ada pertemuan dengan presiden terpilih Joko Widodo.

“Tunggulah pemimpin negara bertemu dulu. Nanti apa arahan beliau berdua kami kerjakan,” jelasnya.

Terkait pembahasan subsidi BBM dalam Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara 2015, Jero mengaku pembahasan masih menunggu Badan Anggaran yang akan rapat pada 27 Agustus 2014. (bns/ram)