Harga Avtur Bikin Garuda Rugi Rp 1,6 T

Harga Avtur Bikin Garuda Rugi Rp 1,6 T
foto:tribunnews

Ketidaksiapan bandara dan mahalnya harga Avtur merugikan Garuda sekitar Rp 1,6 triliun setahun. Pemerintah diimbau membenahi dua faktor ini agar maskapai penerbangan Indonesia mampu bersaing di era Asean Open Sky yang dimulai tahun 2015.

“Keterlambatan landing tahun ini rata-rata 11 menit dan itu menyebabkan Garuda harus membuang avtur Rp 344 miliar,” kata Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Andaikan infrastruktur bandara diperbaiki, dana sebesar ini bisa dihemat.

Kerugian lain yang sangat besar, kata Emir, adalah harga avtur dalam negeri yang lebih mahal 12 persen dari harga avtur di luar negeri. Pada tahun 2013, pembelian avtur Garuda dari Pertamina mencapai USD 1,2 miliar. Dengan lebih mahal 12 persen berarti Garuda harus membayar lebih mahal sekitar USD 125 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Ditambah kerugian akibat keterlambatan, total kerugian Garuda sekitar Rp 1,6 triliun.

Kedua faktor ini sepenuhnya ada di tangan pemerintah. Jika ada solusi yang baik, kata Emir, Garuda bisa mencetak laba dan bersaing dengan maskapai penerbangan regional. “Kami sudah bertemu Menteri Perhubungan dan Menteri Keuangan. Mereka memahami dan berencana memberikan solusi yang baik,” ujar Emir. (bst/ram)