Hadapi Perubahan Akselerasi Eksponensial, Pemuda Harus Inovatif

Hadapi Perubahan Akselerasi Eksponensial, Pemuda Harus Inovatif

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (29/7/2016). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Tantangan saat ini adalah perubahan zaman yang disebut sebagai perubahan lingkungan secara akselerasi eksponensial. Untuk dapat move on  menghadapi tantangan tersebut kita harus mampu beradaptasi dengan meningkatkan kualitas diri dan berpikir visioner tanpa terjebak dengan kenangan masa lalu yang membuat kita tidak berkembang.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (29/7/2016).

“Kurang lebih 70 juta orang Indonesia adalah anak muda. Supaya dapat berkembang, mereka harus didorong dan mendapatkan contoh atau teladan dari kita sebagai orang-orang tua mereka. Jangan sampai kita sebagai generasi tua menghambat perkembangan mereka di zaman yang tambah maju seperti sekarang ini,” ungkap Kresnayana Yahya.

Dosen Statistika ITS Surabaya itu menegaskan, jika mengubah mindset atau kebiasaan itu memang sangat sulit. “Butuh kesabaran untuk mengubah pola pikir yang selama ini ada. Namun, jika hal ini tidak dimulai dari sekarang, kita bakal tertinggal dengan masyarakat yang ada di negara-negara lain,” kupasnya.

Ia mengimbuhkan, saat ini hampir separo jumlah penduduk Indonesia di bawah usia 27 tahun. Jika dihitung, jumlahnya kurang lebih 130 juta jiwa.

“Menurut data yang kami himpun, sebagian besar penduduk yang dibawah 27 tahun berpikir seperti orang tua. Dalam arti, mereka belum dapat menerima perkembangan zaman. Ke depan, yang kita khawatirkan adalah para pemuda ini belum siap untuk bersaing di era global,” papar Kresnayana.

Ke depan, sambung dia, yang perlu kita lakukan untuk mendorong anak-anak muda tersebut agar dapat lebih berkembang adalah pola pikir kreatif dan inovatif agar mereka tidak tergantung kepada orang tua dan negara serta kemudahan-kemudahan yang mereka dapatkan dari gadget perkembangan teknologi dan informasi.

“Banyak peluang yang dapat mereka lakukan untuk menjadi sukses. Di antaranya dengan menjadi pelaku usaha. Contohnya, bercocok tanam atau menjadi peternak. Dengan menjadi pelaku usaha kita dapat menjadi sukses dan menghasilkan pemasukan jutaan rupiah saban bulannya,” terangnya. (wh)