Hadapi MEA, Risma Pastikan Anak Muda Bersatu

Hadapi MEA, Risma Pastikan Anak Muda Bersatu
Wali Kota Surabaya bersama penggagas Start Surabaya di Spazio.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap agar para anak muda yang tengah digodok di Start Surabaya saling gotong royong. Ini menyusul bakal diberlakukannya pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember mendatang.

“Jangan kita terkotak antar kampus, kita harus bersatu dan bersinergi karena musuh kita nanti dari luar,” kata Risa di Spazio Surabaya, Sabtu (23/5/2015).

Risma menganggap bahwa setelah MEA 2015 nanti dibuka, semua industri baik besar maupun skala kecil akan masuk Indonesia.

Bahkan dari informasi yang ia peroleh dari sejumlah negara, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dari berbagai negara di ASEAN bakal merencanakan masuk Surabaya. “Kenapa saya sebut (MEA) musuh, karena memang ini persaingan ekonomi,” katanya

Jalan satu-satunya, kata Risma adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar lebih baik. Dengan lebih inovatif, gotong royong, dan saling berkolaborasi untuk membuat terobosan hal-hal baru.

Selain UKM, kata Risma di sektor industri kreatif, asuransi, dan industri mikro bakal disasar oleh investor asing. Ini bahaya ketika masyarakat hanya jadi penonton saja. Karena itu ia meminta agar anak muda terus mengembangkan kreativitasnya.

Dalam kesempatan itu, Randy dan Albert dari Universitas Ciputra Surabaya terlihat antusias dengan apa yang dipaparkan Risma. Mereka kemudian ikut sharing pengalaman. Randy mengaku telah membuat aplikasi tilang online yang meminimalkan adanya pungutan liar yang dilakukan polisi. “Aplikasi saya ini juga bisa mencegah korupsi di tingkat bawah,” tutur dia.

Risma pun melanjutkan bahwa ini adalah contoh terobosan yang dilakukan anak muda. Karena perbaikan SDM dirasa sangat perlu. Harapannya nanti aplikasi yang mereka tawarkan bisa go public dan bisa diterima masyarakat dunia.

“Saya inginnya (aplikasi) mereka bisa populer seperti Facebook dan Twitter,” ujarnya. “Karena Pemkot Surabaya tidak bisa menjadi user, skala pemkot itu hanya kecil. Saya inginnya mereka besar,” tambahnya.

Program Start Surabaya sendiri digagas oleh Kibar yang bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, Intiland, Suara Surabaya, dan Enciety Business Consult yang sudah berhasil menggodok anak muda selama enam bulan terakhir. (wh)