Hadapi MEA, Pemprov Jatim Siapkan Perda Tenaga Kerja Asing

Hadapi MEA, Pemprov Jatim Siapkan Perda Tenaga Kerja Asing
foto: ekon.go.id

Mengantisipasi tingginya tenaga kerja asing yang akan masuk ke Jawa Timur, membuat Pemerintah Provinsi Jatim melakukan antisipasi terhadap keberadaan mereka. Salah satunya dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang tenaga kerja asing.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan jika rumusan perda tentang tenaga asing telah dibuat. Di antaranya adalah dengan mewajibkan setiap tenaga asing bisa berbahasa Indonesia. Syarat itu menjadi ketentuan mutlak yang harus ditaati.

“Dalam perda ini akan mengatur bila pekerja asing dapat ke sini (Jatim red) jika mampu menguasai bahasa lokal,” ujar Soekarwo saat ditemui wartawan di Surabaya.

Soekarwo lalu mengatakan bila Perda ini dibuat sebagai langkah antisipasi agar tenaga kerja lokal dapat bertahan di tengah persaingan global saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bakal diberlakukan pada akhir tahun 2015. Pemberlakuan MEA dikhawatirkan menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal.

Dengan pembatasan itu, terang Soekarwo, diharapkan tenaga kerja lokal, khususnya tenaga unskill (tidak memiliki keahlian), dapat diberdayakan oleh perusahaan yang melakukan usaha atau menanamkan investasi di Jawa Timur.

Perda yang masih dalam tahap penggodokan di DPRD Jatim tersebut sedikit bertentangan dengan peraturan yang dibuat Kementerian Ketenagakerjaan, yang tidak mencantumkan bahasa Indonesia sebagai syarat.

Menurut Soekarwo, perda tersebut tidak bertentangan dengan peraturan Kementerian. Ini karena setiap provinsi memiliki hak otonomi daerah.

“Bukan menentang, tapi ini yang namanya otonomi daerah,” tandas Soekarwo. (wh