Hadapi MEA, Muhammadiyah Siapkan Satu Juta Pengusaha Baru

Hadapi MEA, Muhammadiyah Siapkan Satu Juta Pengusaha Baru
Menko Perekonomian Darmin Nasution buka Jaringan saudagar Muhammadiyah di Garden Palace Hotel Surabaya, Jumat (11/12/2015). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan akhir tahun ini, Muhammadiyah, salah satu ormas terbesar di Tanah Air,  menggelar Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah (TJSM) di Garden Palace Hotel, Jumat (11/12/2105).

TJSM yang dibentuk Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat agar mampu menjadi pelaku ekonomi di negara Indonesia.

“Pengusaha muslim sangat sedikit di negara ini. Disparitas kekayaan dan kesejahteraan antarkelompok masyarakat sudah dilaur kewajaran. Umat Islam yang mencapai 85 persen dari total jumlah penduduk Indonesia, tercatat 20 persen mengendalikan kekayaan alam. Untuk itu kami buat gerakan ciptakan satu juta pengusaha baru Muhammadiyah di segala bidang dalam lima tahun kedepan,” tegas Ketua Majelis Ekonomi  Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Nadjikh.

Pria yang juga seorang pengusaha perikanan pemilik Kelola Mina Laut (KML) Group menambahkan, negara Indonesia akan maju jika ada 2 persen masyarakatnya yang menjadi pengusaha. Idelanya, Indonesia harus mempunyai 4,4 juta pengusaha dari jumlah angkatan kerja produktif.

“Saat ini, negara ini hanya memiliki 400 pengusaha dan sisanya adalah buruh atau pekerja. Kondisi ini tidak memungkinkan mengangkat perekonomian Indoensia bisa cepat maju menyamai negara lain,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang membuka TJSM berharap agar ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam (SDA) saja. Karena dengan hanya andalkan SDA, maka harga di sektor ini akan terus merosot tergantikan oleh penemuan lainnya.

“Ekspor yang tertinggi adalah perhiasan. Dan pemerintah dalam waktu 3,5 bulan ini telah meluncurkan 7 paket kebijakan ekonomi. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pengusaha baru,” kata Darmin Nasution yang mewakili Presiden Jokowi yang berhalangan hadir.

Direncanakan, dalam acara TJSM tersebut yang digelar selama tiga hari hingga Minggu 13 Desember esok akan menghadirkan pengusaha atas Indoensia. Mereka adalah Sutrisno bachir salah seorang pengusaha dan politisi, CEO Kopi Kapal Api Soedomo Sudarnoto, CEO dan pendiri kosmetik wardah Nurhayati Subakat, CEO Trans Corp Choirul Tanjung dan pemilik hotel Sofyan syariah H Riyanto. (wh)