Hadapi MEA, ITS Kembangkan Pendidikan Industri Kreatif

Hadapi MEA, ITS Kembangkan Pendidikan Industri Kreatif
Rektor ITS Joni Hermana. Foto: arya wiraraja/enciety.co

ITS sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia bagian timur, memiliki peran yang strategis untuk mempersiapkan dan mengembangkan sumberdaya manusia (SDM) di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

“Pendidikan dalam menyiapkan SDM dalam menghadapi MEA bukan hanya terbatas pada pendidikan yang sifatnya formal. ITS berkomitmen untuk membantu Pemerintah dalam menyiapkan SDM masyarakat juga dalam sektor informal,” ungkap Rektor ITS Joni Hermana, ditemui enciety.co, Kamis (17/3/2016).

Kata dia, untuk menghadapi persaingan global tersebut mulai tahun 2016 ini, ITS berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan kurikulum pendidikan industri kreatif. Jatim memiliki pontensi sumber daya mineral dan industri yang sangat besar. Terlebih Jatim memiliki populasi dan tingkat ekonomi terbesar diantara provinsi di seluruh Indonesia. Untuk dapat mengembangkan potensi tersebut dibutuhkan SDM yang mumpuni.

“Kami sangat mendukung program pemerintah dengan mulai mengembangkan pendidikan vokasi atau kejuruan bagi masyarakat. Karena sejauh yang kami ketahui, pola pikir masyarakat Indonesia saat ini adalah bersekolah untuk dapat bekerja. Lantas, jika orientasinya adalah bekerja dan bukan mengembangkan ilmu pengetahuan, mengapa kita tidak menjembatani hal tersebut dengan mengembangkan sekolah kejuruan?” ungkap dia.

Terlebih, saat ini Pemerintah telah memberlakukan revolusi industri dengan menginvestasikan APBN berkekuatan kurang lebih Rp 400 miliar. “Untuk mengimbangi langkah pemerintah tersebut, sebagai pendidik kita harus mampu mencetak tenaga kerja yang terampil untuk menghadapi era globalisasi tersebut,” ulasnya.

Menurut dia, Pendidikan Informal yang akan dikembangkan tersebut memiliki output yang jelas. Karena, seiring banyaknya populasi di Jatim juga meningkatkan kebutuhan akan pendidikan.

“Untuk itu, peran perguruan tinggi seperti ITS sangat diperlukan disini. Di samping untuk menyiapkan mahasiswa yang kompeten dalam bidang keilmuan, kami juga harus menyiapkan SDM yang kedepan dapat bersaing didunia kerja, terlebih ketika MEA,” tandasnya. (wh)