Hadapi MEA, Dinkop Surabaya Gelar Gerakan Koperasi

 

 

Hadapi MEA, Dinkop Surabaya Gelar Gerakan Koperasi

Surabaya terus menggenjot persiapan dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Salah satunya, menggeber gerakan koperasi di Sentra Ikan Bulak (SIB), Minggu (7/9/2014).

“Kita berharap pelaku usaha (UMKM) di Surabaya siap menghadapi datangnya MEA tahun depan. Tidak hanya usaha kecil mikro menengah yang siap, tetapi koperasi pun juga siap,” terang Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya Hadi Mulyono di Balai Kota, Jumat (5/9/2014).

Dijelaskan Hadi, dalam acara tersebut Wali Kota Surabaya,Tri Rismaharini, akan melakukan dialog interaktif gerakan koperasi dengan warga. “Bu Wali juga akan melakukan teleconference dengan PKL di Sentra Dukuh Menanggal dan Sentra Taman Prestasi,” tuturnya.

Kemudian Wali Kota dijadwalkan akan menyerahkan penghargaan kepada koperasi berprestasi, penyerahan badan hukum, dan penandatanganan prasasti peresmian sentra kuliner.

“Rencananya kami juga akan mengajak 150 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai koperasi di Surabaya untuk bersama-sama meningkatkan kualitas kopersasi. Selain itu juga agar satu sama lainnya salin bersinergi,” ujarnya.

Kepada awak media, Hadi membeberkan, kegiatan itu juga disemarakkan dengan adanya fun bike bersama Wali Kota Surabaya dari taman Surya hingga SIB Surabaya. “Kami mengambil tema Gerakan Koperasi Kota Surabaya menyongsong MEA 2015,” akunya.

Ini dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya untuk mendorong kemandirian anggota koperasi. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan keberadaan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak.

Untuk menarik animo warga, Dinas Koperasi UKM bersama dinas-dinas terkait, juga menggelar gebyar kuliner khas UKM yang menjajakan beragam olahan hasil laut dan lomba memasak ibu-ibu PKK.

“Masyarakat bisa menikmati beragam olahan hasil laut. Ini juga sebagai upaya untuk meramaikan SIB sehingga masyarakat tertarik untuk datang ke sana,” tambah Djoestamadji, Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya.

Djoestamadji kepada awak media menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya inovasi untuk meramaikan SIB. Menurutnya, bangunan dua lantai yang diresmikan walikota pada akhir Desember 2012 lalu sebenarnya memiliki potensi besar untuk dijadikan destinasi baru wisata kuliner di Surabaya.

Dia meyakini, dengan rajin promosi, SIB lama-lama akan bisa menjadi primadona bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini.

“Kalau sering dipromosikan, saya yakin warga juga akan tertarik ke sana. Masyarakat bisa menikmati kuliner khas olahan hasil laut. Termasuk juga ikan hasil pengasapan. Apalagi, lokasinya berada di tepi pantai sehingga memiliki view yang luar biasa,” tambah Djoestamadji.

Bahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya untuk ikut menyemarakkan SIB. “Ada rencana untuk memanfaatkan shuttle bus ke jalur SIB,” ujarnya. (wh)