Hadapi MEA 2015, Pemkot Surabaya Pasok Rp 3,4 M Buat UMKM

 

Hadapi MEA 2015, Pemkot Surabaya Pasok Rp 3,4 M Buat UMKM

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, Pemkot Surabaya mengaku menggelontorkan Rp 3,4 miliar untuk menguatkan 1.282 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Surabaya Widodo membeberkan, dana tersebut diupayakan untuk memfasilitasi para UMKM agar terus survive. Di antaranya dengan membangun show room atau sentra UMKM di kawasan MERR Surabaya yang mencapai Rp 2,6 miliar.

“Sementara ini, total Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 Surabaya mencapai 4.600 UMKM. Untuk menguatkan mereka menghadapi kompetitor asing, kita juga terus genjot perbaikan skill dan mutu produksi UMKM,” terangnya kepada enciety.co, Kamis (2/10/2014).

Selain untuk biaya pembuatan show room, Pemkot Surabaya juga menyiapkan sertifikasi halal kepada 50 UMKM Surabaya dengan anggaran Rp 140 juta. Beberapa masalah teknis lainnya, seperti pembuatan merek setiap produk UMKM juga dianggarkan Rp 700 juta.

“Dengan cara ini kita harap para UMKM bisa survive hadapi MEA 2015. Bahkan kami melakukan jemput bola dengan mendatangi jika didapati UMKM yang belum memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan),” akunya.

Nantinya, show room yang akan ditempati dan menjadi ikon produk UMKM Surabaya itu akan diintergrasikan dengan heritage tour turis mancanegara yang singgah ke Surabaya.

“Alhamdulillah, pembangunannya kini sudah hampir selesai, kita akan resmikan tahun ini juga,” ujarnya.

Widodo juga merinci, nantinya di stan show room tersebut akan terdapat berbagai produk khas UMKM Surabaya. Di antaranya tekstil, garmen, hingga kuliner.

“Saat ini, kosentrasi kita menghadapi MEA 2015. Kami menggunakan strategi difence dulu. Minimal bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga Surabaya dulu. Jangan sampai negara lain yang memenuhi kebutuhan hidup kita dan jangan sampai kita nanti dijajah dan bahkan bergantung pada negara lain,” jelasnya. (wh)