Hadapi Belgia, Klinsmaan Ogah Dipimpin Wasit Aljazair

 

Hadapi Belgia, Klinsmaan Ogah Dipimpin Wasit Aljazair

Pelatih Amerika Serikat, Juergen Klinsmann, sedikit keberatan atas penunjukkan wasit asal Aljazair, Djamel Haimoudi, sebagai pemimpin pertandingan timnya melawan Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2014.

Klinsmann keberatan karena Haimoudi berasal dari Aljazair yang bisa berbahasa Prancis seperti para pemain Belgia. Meski bahasa Arab menjadi bahasa resmi di Aljazair namun penduduk negara itu juga sebagian besar mampu bertutur dalam bahasa Prancis. Demikian juga dengan Belgia yang masyarakatnya kebanyakan mampu berbahasa Belanda dan Prancis.

“Saya berharap ini tak menjadi masalah. Dia sudah memimpin dua pertandingan dan menjalankan tugasnya dengan baik. Saya berharap dia tetap memimpin dengan seperti seperti yang sudah ditunjukkannya,” kata mantan pelatih timnas Jerman ini.

“Apakah saya punya feeling bagus soal ini? Tidak, karena Aljazair sebelumnya satu grup dengan Belgia dan dia bisa berbahasa Prancis sama dengan pemain-pemain Belgia. Dia bisa berbicara dengan para pemain Belgia tapi tidak dengan pemain kami,” tutur Klinsmann lagi.

“Aljazair juga tim yang dikalahkan AS di Piala Dunia 2010, namun saya berharap masalah ini tak berpengaruh pada kepemimpinan wasit,” paparnya.

Namun Klinsmann juga mengakui kesulitan FIFA menunjuk wasit yang tepat untuk sebuah pertandingan. “Kami menghormati keputusan FIFA dan kami berharap semuanya lancar-lancar saja. Semoga keraguan ini justru malah memberinya keuntungan,” paparnya.

Sementara pelatih Belgia, Marc Wilmots menepis anggapan bahwa wasit yang bisa berbahasa Prancis akan menguntungkan timnya. “Wasit di sini bukan untuk berbicara tapi untuk memimpin pertandingan. Saya pikir ini cuma dia mencari alasan saja. Saya melihat wasit Inggris, Howard Webb, yang tak mengesahkan gol tuan rumah Brasil. Semua keputusan bergantung pada wasit,” dia menambahkan. (bst/ram)