Hadapi AFTA, Dispendik Jatim Gandeng Jerman

Hadapi AFTA, Dispendik Jatim Gandeng Jerman
Kepala Dispendik Jatim Harun.

Jelang bergulirnya ASEAN Free Trade Area (AFTA) mendatang, pencari kerja kini tidak begitu lagi butuh hanya ijazah atau surat tentang hasil nilai belajar di sekolah. Namun, diharapkan siswa lulusan sekolah sudah harus memiliki bekal pendidikan suatu keahlian atau ijazah sertifikat keahlian.

Hal tersebut dapat ditemui di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan bukan Sekolah MenengahAtas  (SMA). Disana para siswanya diberi wawasan keahlian dan tidak hanya tentang pendidikan umum saja. Tapi juga ketrampilan sebagai bekal untuk menghadapi persaingan di era pasar bebas.

“Kini, kami berupaya menggandeng negara lain seperti Jerman untuk mengembangkan pendidikan disini,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jawa Timur Harun kepada wartawan di Surabaya, Selasa (9/9/2014).

Menurut Harun, pihaknya berencana menggandeng Atase Pendidikan dan juga Kepala Dinas Pendidikan Jerman untuk mengembangkan pendidikan SMK di Jawa Timur. Ini diharapkan ada transfer ilmu dan pengetahuan yang bisa dipetik siswa dan guru di Jatim dari pendidikan dan ketrampilan yang diajarkan di Jerman.

Ia beralasan bila Jawa Timur perlu belajar ke Jerman lantaran di negara Eropa tersebut sekolah kejuruannya lebih banyak dibanding sekolah umum. Di Jawa Timur sendiri perbandingan antara SMA dan SMK adalah 60 dibanding 40.

“Ini harus digenjot, minimal jumlah sekolah kejuruan sama dengan sekolah umum,” pungkas Harun. (wh)