Habis November, Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah

 

Habis November, Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, memastikan tidak ada penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk tahun 2014. “Saya rasa tidak perlu ada penambahan kuota lagi, kita sudah sepakat subsidi BBM (energi) ini sudah sangat tinggi, harus dikurangi jangan tambah lagi, habis uang kita nanti,” kata Jero Wacok di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (25/8).

Dijelaskan bahwa kuota BBM bersubsidi tahun 2014 dan 2014 masing-masing 48 juta kiloliter. Pada 2014 dari kuota BBM itu hanya terpakai 46,2 juta KL. Pada 2014 pemerintah kembali mengusulkan kuota 48 juta KL karena adanya penambahan 1,2 mobil dan 9 juta unit sepeda motor. “Enggak mungkin turun dari 46,2 juta KL, maka itu kami waktu itu (2014) usulkan 48 juta KL. Tapi dalam diskusi dengan Komisi VII DPR, karena situasi anggaran kita sepakat bahwa subsidi BBM terlalu tinggi, harus dikurangi dan itu disepakati semua orang,” ujar Jero.

Nah, untuk menurunkan subsidi energi terutama BBM itu, pemerintah tengah mencoba berbagai jalan. Di antaranya dengan penggunaan solar B10, di tambah bio diesel 10 persen.

“Program itu sudah jalan dan sekarang kita dorong untuk menjadi 20 persen (penggunaan bio diesel). Kalau 20 persen nanti akan mengurangi 20 persen importnya. Jadi menguranagi subsidinya. Itu cara kerja kita,” jelasnya.

Politikus Demokrat itu juga menyebutkan, pengurangan kouta BBM subsidi tidak berlaku bagi nelayan miskin, melainkan pengguna kapal-kapal besar. Sedangkan untuk mobil ditujukan bagi pemilik kendaraan mewah.

“Masyarakat menengah atas saya himbau bantulah pemerintah mengendalikan BBM bersubsidi. Jangan sampai masyarakat yang sudah sejahtera membeli BBM yang untuk angkot, itu namanya tidak punya rasa. Artinya beli lah BBM non subsidi,” ajaknya.(jpn/ram)