Habibie: Pesawat MH370 Meledak Akibat Kerusakan Mesin

Habibie: Pesawat MH370 Meledak Akibat Kerusakan Mesin

 

Presiden ketiga BJ Habibie menilai hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 bukan karena sabotase seperti yang diperkirakan oleh Pemerintah Malaysia. Mantan Menteri Riset dan Teknologi itu menduga pesawat hilang dan meledak akibat kerusakan mesin.

“Tidak ada sabotase pada pesawat MH 370 itu,” ujar Habibie saat ditemui di sela-sela acara “Uji Publik Capres 2014” di Jakarta, Rabu (26/3/2014). Sebelumnya Habibie beberapa kali memberikan penilaian serupa, baik kepada media lokal maupun media asing.

Habibie, pakar teknologi penerbangan itu mengatakan, kuat dugaan pesawat yang membawa 239 penumpang dan kru itu mengalami kerusakan mesin yang tidak dapat dihindari pada saat dua jam mengudara dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China.

Namun Habibie enggan menjelaskan secara rinci kerusakan mesin pesawat itu.

“Saya kira pesawat itu tiba-tiba bermasalah saat terbang, saya tidak tahu masalahnya apa. Yang pasti kemungkinan kerusakan tidak dapat diantisipasi sehingga menyebabkan pesawat meledak di udara,” kata Habibie.

Berdasarkan analisanya selaku ahli pembuat pesawat, ledakan terjadi ketika burung besi itu baru terbang sekitar dua jam di udara. Pesawat, kata Habibie, meledak dalam kondisi bahan bakar masih penuh.

“Kemungkinan kerusakan mesin itu sebabnya, pilot tidak sempat mengantisipasi,” tuturnya.

Menurut Habibie, dalam kondisi seperti itu sudah ada sensor penunjuk kerusakan pesawat secara tiba-tiba. Namun dalam kondisi tidak siap, bisa saja pilot tidak sempat berkomunikasi dengan menara penerbangan terdekat.

“Pesawat itu memiliki sertifikasi internasional. Pilot juga memiliki jam terbang cukup. Jadi seperti saya sering sampaikan, ini kecelakaan di atas (meledak),” katanya.

Pendapat Habibie ini berbeda dengan keterangan resmi MAS dan pemerintah Malaysia. Perdana Menteri Najib Razak menyatakan, sinyal pesawat masih ada sampai tujuh sejak pesawat dinyatakan hilang, tanpa ada pernyataan pesawat meledak atau jatuh. Sinyal terakhir diduga di selatan Samudera Hindia. (bh)