Habibie : Kriteria Pemimpian Ideal Usia 40-60 Tahun

Habibie: Kriteria Pemimpian Ideal Usia 40-60 Tahun

 

Presiden ke-3 RI, Bacharuddin. J. Habibie mengungkapkan 3 karakter idealnya terhadap seorang pemimpin yang sebaiknya terpilih pada Pemilu 2014, yaitu masih berusia muda, problem solver dan memiliki sepak terjang yang jelas.

“Saya pikir saat ini sudah waktunya ada regenerasi kepemimpinan dengan memberikan kesempatan kepada tokoh muda yang usianya sekitar 40-60 tahun,” kata Habibie ketika dijumpai dalam sebuah acara Uji Publik Capres 2014: Mencari Pemimpin Muda Berkualitas yang digelar The Habibie Center di Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Selain itu, Habibie mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan hak suaranya dengan bijak pada Pemilihan umum legislatif (Pileg).

Habibie mengatakan publik sebaiknya bersikap cermat dalam menentukan pilihannya, jangan memilih partai politk hanya karena mempertimbangkan siapa calon presiden yang diusung parpol tersebut.

“Saya berpendapat silahkan rakyat memilih partai, dan tidak perlu dibingungkan dengan siapa capres yang diusung partai tersebut,” ujarnya. Partai yang terpilih nanti, lanjutnya, diharapkan dapat memperjuangkan peningkatakn kualitas hidup masyarakat di Indonesia.

Sebelumnya Habibie pun pernah melontarkan gagasan, bahwa seorang pemimpin membutuhkan sinergi dari agama, budaya, dan iptek. Apabila tiga kriteria itu bersinergi dengan baik, menurut Habibie, maka akan menghasilkan energi positif. Energi positif itu akan membawa kemajuan suatu bangsa.

Ketiga kriteria tersebut, lanjut Habibie, merupakan suatu hal yang mutlak. Karena, jika seorang pemimpin tidak mampu memadukan atau menyinergikan ketiganya, maka akan terjadi akhir dari peradaban.

 

“Kesimpulannya, kalau tidak mampu merekayasa atau membuat ketiga elemen itu positif, artinya dia bukan pemimpin yang kita butuhkan. Karena hasilnya bisa negatif dan  sinergi negatif, akan mengakhiri peradaban,” papar Habibie.

Habibie juga menilai perlunya wawasan untuk menjadi pemimpin yang berkualitas. “Seorang pemimpin tidak tergantung gelar-gelar atau jabatannya. Tidak peduli dia S1, S2, atau S3,” tegas Habibie. (rpk/bh)