H+7 Puncak Balik Penumpang Balik Kapal Laut di Tanjung Perak

H+7 Puncak Balik Penumpang Balik Kapal Laut di Tanjung Perak
Penumpang arus balik yang datang di Pelabuhan Tanjung Perak. foto: humas pelindo III

Seperti yang telah dipredikasi sebelumnya, arus balik penumpang kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak  terjadi peningkatan pada H+7 atau hari Sabtu (25/7/2015).

“Setidaknya ada 7 (tujuh) kapal yang melakukan embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Tanjung Perak dengan membawa sebanyak 9.224 orang penumpang” kata Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto.

Edi selanjutnya merinci bahwa ketujuh Kapal tersebut diantaranya kapal Dorolonda tujuan Balikpapan dengan membawa 3.594 orang penumpang, kapal Binaiya dari Pelabuhan Kumai menurunkan 1.360 orang penumpang dan membawa 1.657 orang penumpang dengan tujuan Sampit.

Selain kapal penumpang Pelni, ada 5 kapal swasta lainnya yaitu Kapal Wihan Sejahtera tujuan Tanjung Priok dengan membawa 271 orang penupang, kapal Dharma Kencana III dari Kumai membawa 38 penumpang turun dan 273 penumpang naik tujuan Kumai, Kapal Kirana IX dari Batulicin menurunkan 420 penumpang dan membawa 541 penumpang menuju Makasar, Kapal Niki Sae dari Banjarmasin menurunkan 63 penumpang dan membawa 215 penumpang menuju Banjarmasin dan Kapal Titian Nusantara dari Banjarmasin menurunkan 40 penumpang dan membawa 752 penumpang ke Banjarmasin.

Ada satu kapal yang terjadi penundaan keberangkatan yaitu kapal KM Sinabung tujuan Makassar, Bau-Bau, Ambon, Ternate, dan Bitung dengan kapasitas mencapai 2.528 penumpang yang sedianya akan diberangkatkan hari Sabtu (25/7) pukul 23.00 WIB karena terjadi keterlambatan kedatangan sehingga baru diberangkatkan pada hari Minggu (26/7).

Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, masih menjadi  pelabuhan pilihan pemudik penumpang kapal laut dari kawasan timur Indonesia. Hal tersebut terlihat pada peningkatan jumlah pemudik per tahun yang tiba dan berangkat (debarkasi dan embarkasi) di pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III itu. Berdasarkan data Pelindo III, terhitung dari H-15 (2 Juli) hingga hari H (Idul Fitri 1436 H/17 Juli) jumlah penumpang kapal laut mencapai 82.313 orang.

“Jumlah tersebut meningkat 4,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2014 yang sejumlah 78.765 orang,” ungkap Edi Priyanto. Data terbaru, penumpang kapal laut dari H-15 hingga H+7 tercatat ada 113.776 penumpang atau meningkat 16,8 persen dibandingkan periode  yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 97.370 orang.

Dari 113.776 orang penumpang terdiri dari 77.264 penumpang turun dan 36.512 penumpang naik di Pelabuhan Tanjung Perak. Diprediksi peningkatan jumlah penumpang arus balik melalui moda transportasi kapal laut masih akan terjadi hingga H+30, mengingat sebagian besar penumpang kapal laut bekerja pada sektor non formal sehingga selama lebaran dimanfaatkan untuk menikmati libur dikampung halamannya lebih lama.

Pemudik penumpang kapal laut yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian besar merupakan pemudik asal Makassar, Sulawesi Selatan dan dari sejumlah pelabuhan besar di Pulau Kalimantan seperti Batulicin, Banjarmasin, Balikpapan, Kumai, dan Sampit.

Inilah mengapa pemerintah terus mendukung peningkatan pelayanan di pelabuhan yang digadang-gadang menjadi gerbang kawasan timur Nusantara tersebut. Salah satu bentuk peningkatan tersebut ialah adanya terminal penumpang kapal laut modern, Terminal Gapura Surya Nusantara yang bergarbarata.

Sebagian besar pemudik penumpang kapal laut diangkut dengan kapal-kapal Pelni yang berkapasitas besar. Setidaknya ada 38 kapal yang dioperasikan selama musim mudik tahun ini. 15 kapal Pelni dan 23 kapal milik swasta, seperti kapal ro-ro dan kapal perintis. Seluruh kapal tersebut merapat di Pelabuhan Tanjung Perak. (wh)