Gunung Semeru Tertutup sampai Maret

Gunung Semeru Tertutup sampai MaretKegiatan pendakian di Gunung Semeru untuk sementara ditutup.   Pelarangan ini bakal berlangsung sampai tiga bulan ke depan. Jika memungkinkan, Maret Gunung tertinggi di Puala Jawa ini bakal dibuka kembali bagi para pendaki.  Kepastian ini diberikan Kepala  Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari,  menyusul  kondisi cuaca yang sangat ektrem di kawasan tersebut.

“Terjangan badai, kondisi cuaca yang ekstrem, hujan dan kabut tebal dapat membahayakan keselamatan para pendaki, sehingga mulai hari ini jalur pendakian Semeru resmi ditutup sementara,” tuturnya.

Kata Ayu, pihaknya sudah tidak mengeluarkan izin pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut sejak Minggu (5/1/2014) dan petugas hanya menunggu para pendaki yang akan turun ke pos Ranu Pane.

“Sejak Senin (6/1) jalur pendakian Gunung Semeru sudah steril dari para pendaki, sehingga petugas membersihkan sampah-sampah yang tersisa karena lonjakan pendaki meningkat tajam selama liburan sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2014,” paparnya.

Ayu menjelaskan penutupan jalur pendakian gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut  memang  memakan waktu.  Selain untuk strelisasi jalur, penutupan ini juga dimaksud untuk pemulihan ekosistem jalur pendakian gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu.

Data di Balai Besar TNBTS mencatat jumlah kunjungan wisatawan di wilayah TNBTS selama 2013 sebanyak 579.132 wisatawan dengan total penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp6 miliar.

Penutupan jalur pendakian gunung api mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang menyebutkan penutupan jalur pendakian dapat dilakukan karena kondisi membahayakan dan alasan kepentingan pemulihan ekosistem.(ram)