Dampak Gunung Kelud, Petani Cabai Panen Lebih Awal

Dampak Gunung Kelud, Petani Cabai Panen Lebih Awal
Warga mulai memanen cabai sebelum waktunya.

 

Puluhan hektare tanaman cabai di Dusun Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Pare, Kediri rusak akibat diterjang debu bekas material letusan Gunung Kelud yang dimuntahkan pada Kamis (13/2/2014) malam lalu.

Rusaknya tanaman cabai tersebut, membuat para petani memutar otak dengan melakukan panen sebelum waktunya.

Suryanto (39), warga Plosokidul saat dijumpai enciety.co di lokasi, mengatakan dirinya bersama puluhan petani lainnya terpaksa memetik tanaman mereka sebelum waktunya lantaran dampak Gunung Kelud.

“Sebenarnya seminggu lagi akan dipanen. Tapi karena ada muntahan debu ini Gunung Kelud membuat daunnya kemrucur (rusak red),” katanya, Sabtu (15/2/2014).

Dengan rusaknya daun cabai tersebut, dikhawatirkan cabainya tidak akan tumbuh kembang secara sempurna.

“Ini hanya tinggal batang dan buah cabainya saja yang ada. Kalau dibiarkan tidak dipanen sekarang membuat cepat membusuk karena tidak mendapatkan makanan,” terang dia.

Namun, dirinya mengatakan tetap bersyukur dengan keadaan ini. Karena tanamannya sudah berbuah kurang lebih sebulan lalu.

“Tumbuhan cabai kan bisa dipanen hingga tiga kali, Mas,” jelas Suryanto.

Belum lagi, abu vulkanik letusan Gunung Kelud ke depannya akan membuat tanah menjadi subur.

“Jadi pemakaian pupuk bisa dihemat karena tanah menjadi gembur akibat debu vulkanik tersebut,” pungkas Suryanto.(wh)