Gubernur Riau ‘Langganan’ Ditangkap KPK

Gubernur Riau ‘Langganan’ Ditangkap KPK
Gubernur Riau Annas Maamun. foto:beritasatu.com

Operasi tangkap tangan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Riau Annas Maamun menjadikan lembaga antirasuah ini benar-benar menjadi momok bagi gubernur Riau. Pasalnya, dua gubernur Riau sebelumnya, karirnya habis setelah ditangkap KPK.

Sebelumnya, KPK menangkap Rusli Zainal dan Saleh Djasit. Rusli adalah Gubernur Riau sebelum Annas. Sedangkan Saleh adalah Gubernur Riau sebelum Rusli.

Gubernur yang digantikan Annas, Rusli, menjabat selama dua periode, yaitu 2003-2008 dan 2008-2013. Ia ditangkap KPK terkait dengan kasus korupsi PON XVIII, suap anggota DPRD Riau, dan penerbitan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Saat ini, pengadilan Rusli masih berlangsung di tingkat kasasi, setelah KPK tidak puas atas vonis majelis hakim Pengadilan Tinggi Riau yang mengurangi hukuman Rusli dari 14 tahun menjadi 10 tahun penjara.

Saleh, yang menjabat Gubernur Riau pada 1998-2003, berurusan dengan KPK terkait dengan kasus korupsi mobil pemadam kebakaran yang melibatkan Hari Sabarno. KPK menahan Saleh pada 19 Maret 2008 setelah menjadi anggota DPR.

Sedangkan Gubernur Riau Annas Maamun, Kamis malam, ditangkap KPK. Annas ditangkap saat sedang transaksi suap di di perumahaan elite daerah Cibubur, Jakarta Timur. Penangkapan Annas diduga terkait kasus lahan di Indragiri Hilir, Riau. Diketahui, lembaga antirasuah tersebut selama ini fokus memantau dugaan korupsi lahan. (tmp/oke/ram)