Gubernur Prediksi Kekeringan di Jatim Turun hingga 19 Titik

Gubernur Prediksi Kekeringan di Jatim Turun hingga 19 Titik
Gubernur Jawa Timur Soekarwo, ketika menghadiri Silaturahmi Kerukunan Umat Beragama di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Rabu (29/7/2015). Foto; humas pemprov jatim

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan bahwa ada 19 titik rawan kekeringan yang tersebar diseluruh Jawa Timur. Meski demikian, dia menuturkan bahwa daerah yang mengalami kekeringan telah berkurang dibanding tahun lalu.

“Dari 21 daerah terdampak kekeringan 2014 se Jawa Timur, kami prediksi akan turun jadi 19 titik,” tutur dia, ketika menghadiri Silaturahmi Kerukunan Umat Beragama di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Rabu (29/7/2015).

Soekarwo menjelaskan 19 daerah tersebut diantaranya adalah Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Magetan, seluruh Pulau Madura. Selain itu juga ada Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Tuban.

Lebih lanjut, ia memaparkan jika Pemerintah Jawa Timur kesulitan untuk membangun embung geo membran diseluruh Pulau Madura. Kondisi ini diakibatkan kondisi tanah yang tidak mendukung untuk membangun embung. “Madura memiliki kondisi tanah yang unik, kontur tanahnya sulit untuk menampung air,” terangnya.

Sukarwo menjelaskan, jika pihaknya telah memperbanyak pembangunan embung geo membran untuk mengatasi kekeringan tahun 2015. Ada 80 embung geo membran yang dibangun di wilayah Jawa Timur. “Dengan menggunakan alat pengolahan air (water trearment), kami sudah siap hadapi kemarau 2015,” akunya.

Sementara itu, untuk mengatasi kekurangan air bersih Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan truk tangki untuk mengirim air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan.

“Selain embung, kami juga siapkan beberapa truck tangki untuk membantu Pemerintah Kota dan Kabupaten yang mengalami kekeringan menyediakan air bersih,” pungkas dia.(wh)