Gubernur Jatim Larang Bangun Real Estate di Lahan Subur

Gubernur Jatim Larang Bangun Real Estate di Lahan Subur

Gubernur Jatim Soekarwo minta real estat tidak dibangun di lahan subur. Hal itu ditandaskan saat panen raya padi dan tanam perdana, serta pencanangan dan peletakan batu pertama Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama KSAD Jend. TNI Gatot Nurmantyo, di desa Sukorejo Kecamatan Gondang Legi, Kab Malang, Selasa (7/4/2015).

“Saya minta Pak Bupati Malang membuat Perda RTRW tentang lahan berkelanjutan. Kalau sudah menerbitkan Perda, bekerja sama dengan Polisi dan Satpol PP  untuk melakukan kontrol di lapangan melalui pendekatan hukum (law enforcement).

Menurut dia, ketahanan pangan di Jatim cukup bagus. Tahun 2013 produksi Gabah Kering Giling (GKG)  mencapai 12,3 juta ton, naik 3,1 % di tahun 2014 menjadi 12,8 juta ton. Padahal areal / lahan pertanian berkurang 1.081 hektar karena banyak lahan pertanian beralih fungsi menjadi real estat/ perumahan.

“Produksi GKG Jatim  sebesar 12,3 juta ton  atau 8,3 juta ton beras. Untuk konsumsi masyarakat Jatim hanya memerlukan 3,5 juta ton. Jadi surplus beras 4,8 juta ton ini bisa mencukupi 45 juta masyarakat di luar Jatim. Artinya ketahanan pangan Jatim bagus,” ujarnya.

KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo setuju bila lahan pertanian di Jatim dijadikan lahan abadi, sehingga tidak boleh ada pengurangan sedikitpun lahan pertanian. “Jika Bupati malang bersama DPRD sudah bisa merumuskan Perda tersebut berarti sudah menyelamatkan hidup orang banyak di masa depan,” ujarnya.

Menurut dia, petani tidak akan bisa bertani jika tidak ada lahan pertanian. Mereka pun nanti bisa menjadi buruh. Suatu saat jika terkena embargo, barang tidak bisa dijual, itu merupakan suatu tanda kehancuran bangsa. “Jika krisis ekonomi melanda, para petani masih bisa bertahan tapi kalau buruh terkena krismon tidak berdaya,” tambahnya.

Ketahanan nasional tergantung pada ketahanan pangan, dan ketahanan pangan terletak di tangan petani. Jadi, sebenarnya, bangsa ini hidup karena petani. Jadi pertanian harus terus ditingkatkan. “Saya berterimakasih kepada petani atas kerja sama dengan semua pihak telah menyumbangkan 45 juta ton beras untuk rakyat Indonesia, ini luar biasa,” katanya

“Para petani saya minta mendukung dengan doa supaya harga padi dinaikkan, karena yang bisa membunuh petani adalah jika saat panen harga jual gabah jatuh;” imbuhnya. (wh)