Gubernur Jatim Akui Buka Kran Sapi Impor

Gubernur Jatim Akui Buka Kran Sapi Impor
Gubernur Jatim Soekarwo/beritasatu.com

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo tiba-tiba mengakui adanya peredaran sapi impor dari Australia yang masuk Jawa Timur. Kebenaran informasi itu, diakui oleh Soekarwo didapatkan dari Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim. PPDS sendiri telah jauh-jauh hari mengungkapkan keberadaan sapi-sapi impor yang biasa dipotong di sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jatim.

“Benar ada sapi impor berasal dari Australia. Sapi itu didatangkan lewat lampung, kemudian masuk ke Jatim,” jelasnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (29/9/2014)

Menurut Soekarwo, selama ini sapi sengaja diimpor dari Australia lantaran untuk memenuhi kebutuhan daging hotel dan restoran di Jawa Timur. Pihaknya juga menampik jika Jawa Timur sedang krisis sapi lokal.

Nggak ada kekurangan. Sapi kita tahun ini masih 3,9 juta ekor, masih cukup. Kami tetap nggak mau impor daging, karena jelas akan berpengaruh supply naik, tapi demand tetap, harga pasti jatuh. Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran saja,” akunya.

Karwo itu juga menerangkan perihal impor sapi yang melalui transit Lampung atau Jakarta, itu dilakukannya untuk proses penggemukan sapi impor agar memenuhi standar KW 1 (daging kualitas terbaik).

“Lampung itu kan tempat penggemukan sapi impor dari Australia. Sapi di situ besar-besar sekali, KW satunya dibawa ke Jatim untuk konsumsi hotel dan restoran. Itu kami lakukan karena Jatim belum bisa menyediakan daging KW satu,” katanya.

Meski begitu, Karwo justru tidak berani menjamin apakah peredaran daging impor itu hanya untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran saja atau hingga seluruh masyarakat Jatim.

Menurut dia, rembesan stok daging sapi impor ke sejumlah pasar dan RPH di Jatim sangat mungkin terjadi. “Pasti sedikit-sedikit ada rembesan. Tapi prinsipnya, sapi impor itu untuk kebutuhan hotel yang kami daftar. Misalnya saja, sapi limousin kan dagingnya empuk,” kilahnya.

Namun sayangnya, Soekarwo tidak menanggapi terkait keputusannya membuka kran sapi impor telah melanggar SE dan Perda Jatim yang dibuatnya sendiri untuk melarang sapi dan daging impor masuk Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua PPSDS Jatim Muthowif mengaku sejak dua bulan terakhir sapi impor asal Australia telah masuk Jawa Timur. Ini karena sapi lokal di pasaran sulit dicari dan harganya lebih mahal.

“Kalau keputusan Gubernur untuk membuka kran impor, ya tegaskan buka saja. Jangan plin-plan begini. Apalagi sapi dari Australia itu tidak langsung masuk Jatim, tapi lewat perusahaan di Lampung. Otomatis harga sapi impor akan berlipat ganda,” sesalnya. (wh)