Grup Rajawali Makin Agresif di Lantai Bursa

 

Grup Rajawali Makin Agresif  di Lantai Bursa

Grup Rajawali, Perusahaan milik pengusaha Peter Sondakh sepekan ini cukup agresif di lantai  Bursa Efek Indonesia (BEI). Yang terbaru, PT Rajawali Corpora membeli saham emiten perkebunan, PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Grup Rajawali ini mengambil alih 21,54 persen saham BWPT dengan membeli saham milik Metacuna Group Ltd dan Pegasus CP One. Rajawali juga menempatkan Managing Director-Business Development & Investment Rajawali, Stephen Kurniawan Sulistyo sebagai Komisaris Utama BWPT.

Kelik Irwantoro, Direktur Keuangan BWPT, menyatakan, mekanisme pembeliannya bukan melalui crossing saham. “Ini transaksi jual beli langsung di level atas,” ujar Kelik.
Itu sebabnya, Kelik mengaku belum mengetahui nilai transaksi tersebut. Sebagai gambaran, pada penutupan bursa kemarin, harga saham BWPT berada di level Rp 1.035 per saham. Jika  nilai pembeliannya sama, setidaknya pembelian 21,54 persen saham BWPT mencapai sekitar Rp 997,2 miliar.

Pekan sebelumnya, Grup Rajawali juga menanam investasi di perusahaan periklanan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), melalui anak usahanya, PT Karya Citra Prima. Rajawali membeli 373 juta saham FORU setara 80,17 persen di harga Rp 270 per saham. Dus total nilai transaksi ini mencapai Rp 100 miliar. Rajawali pun berkewajiban menggelar tender offer saham FORU.

Empat tahun lalu, Rajawalijuga memborong saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Rajawali membeli saham META milik Infrastructure Growth Fund (IGF) sebanyak 3,2 miliar setara 23,6 persen total saham. Transaksi ini bernilai Rp 448 miliar.

Di tahun yang sama, Rajawalijuga masuk bursa saham lewat jalur belakang (backdoor listing) dengan membeli 70,85 persen saham PT Eatertainment International Tbk (SMMT), senilai Rp 12,74 miliar. Nama emiten ini kemudian diubah menjadi  PT Golden Eagle Energy Tbk. Fokus bisnisnya juga berubah dari emiten restoran piza, steik dan hiburan menjadi usaha di bidang pertambangan.

Selain empat nama tadi,Rajawali juga menguasai saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). David N Sutyanto, Analis First Asia Capital mengatakan, track record emiten yang digenggam Grup Rajawali profitabilitas terus meningkat. Rajawali pernah meraup Rp 3,35 triliun dari penjualan 56,96 persen saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA)pada British American Tobacco (BAT) Plc. (kmp/ram)