Google Siapkan Aplikasi Saingi WhatsApp

Google Siapkan Aplikasi Saingi WhatsApp
foto:techbytemag.com

Raksasa mesin pencari dunia, Google dikabarkan tengah mengerjakan proyek aplikasi messaging. Aplikasi ini diproyeksikan untuk menantangan WhatsApp miliki Facebook.

Melansir The Economic Times, Minggu, 5 Oktober 2014, sinyal ini tampak dari intensifnya Google mengirimkan manajer produk media sosial mereka, Nikhyl Singhal, ke India beberapa waktu terakhir ini.

Singhal diutus untuk menjalankan misi mengintai dan mengkaji ekosistem aplikasi messaging di negeri Hindustan itu. Rencananya, aplikasi messaging ini akan diperuntukkan untuk negara berkembang.

Bukan hanya menjelajahi India saja, Singhal diketahui juga mengunjungi beberapa negara di Asia Pasifik dengan misi memahami ekosistem lokal.  Di Google, Singhal bertanggungjawab atas kinerja Google Hangouts, Photos dan Google+.

Sumber dekat tentang kabar ini menyebutkan aplikasi mirip WhatsApp besutan Google ini tengah dalam tahap awal pengembangan dan dijadwalkan meluncur pada awal 2015.

Menurut bocoran informasi yang beredar, aplikasi messaging Google ini berbeda dengan produk lainnya, yang harus menggunakan login akun Google mereka. Perusahaan internet raksasa itu juga ingin memberi sentuhan khusus aplikasi, dengan mempertimbangkan lokalisasi produk, menambahkan bahasa India dan teks pesan dan video.

Sedangkan bedanya dengan WhatsApp, aplikasi messaging Google ini akan tetap gratis. WhatsApp diketahui awalnya tak berbayar, namun akan mengenakan biaya kepada penggunanya sekitar Rp9.000 setelah setahun menggunakan WhatsApp.

Mengenai pilihan Google menyasar pasar India, dianggap beberapa mantan analis cukup beralasan. Apalagi, belum lama ini Google sudah memperkenalkan program perangkat Android murah, Android One, di India. Tentunya, misi aplikasi messaging akan lebih mudah diintegrasikan dengan layanan messaging mereka.

Alasan lain, pasar India termasuk sangat tumbuh, terutama di bidang aplikasi dan layanan digital. Pada 2019, India diperkirakan menjadi pasar ponsel pintar kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok.

“Google akan setuju, mereka ketinggalan dalam sosial di mobile, dan kalah dengan Facebook yang telah membeli WhatsApp dan Instagram. Itulah beberapa alasan bagi Google,” ujar Bennedict Evans, mantan analis mobile dan partner Andreessen Harowitz.

Di pasar India, aplikasi messaging tumbuh sangat pesat. Pengguna WhatsApp di India sudah tembus 65 juta pengguna dari total 600 juta pengguna WhatsApp seluruh dunia. Demikian pula pertumbuhan pengguna aplikasi messaging lain, pengguna Line di India tembus 18 juta penggua, Viber menargetkan 30 juta pengguan di India akhir tahun ini dan aplikasi yang tengah populer, Hike, sudah melebihi 35 juta pengguna.

“Sekitar 4 tahun lalu, setidaknya ada hampir 15 aplikasi messaging dengan lebih dari 1 juta pengguna aktif harian, itu belum termasuk WhatsApp,” ungkap Aakrit Vaish, mantan analis Flurry dan banting setir menakhodai aplikasi messaging, Haptik.

Vaish pun menceritakan aplikasi messaging besutannya direspon industri dengan baik. Buktinya, ia mendapatkan guliran modal US$1juta atau sekitar Rp12,2 miliar, dalam waktu kurang dari 15 hari.

Perusahaan riset IT global, Gartner memprediksi koneksi mobile di India pada 2014 diperkirakan tumbuh menjadi 815 juta, naik 8 persen dari tahun lalu. Kenaikan itu dikontribusikan dengan layanan suara aplikasi berbasis data. (ram)