Goda Konsumen dengan Design Packing Menarik

Goda Konsumen dengan Design Packing Menarik

Tim tata rupa memberikan pengetahuan pentingnya design packaging yang menarik, Minggu (12/2/2017).

Bagi pegiat usaha, tantangan  tak akan berhenti kendati telah sukses menelurkan sebuah produk. Pasalnya, di pasar, sudah pasti  akan dijumpai beragam produk yang sama.  Bagaimana produk kita bisa tetap miliki daya tarik dan nilai tambah?

Nah, ini yang diajarkan tim Tata Rupa kepada  ratusan  pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tergabung dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE)  di Kapas Krampung Plaza (Kaza City), Minggu (12/2/2017).  “Nama yang menarik dan logo menentukan pembeda dengan produk sejenis yang dibuat oleh pengusaha lain. Harus berani beda agar masyarakat atau pembeli mengetahui buatan produk bapak ibu lebih bagus dibanding yang lain,” tegas Vincent Surya Putra mentor tata rupa disela pelatihan.

Ia mencontohkan, untuk membuat packaging yang menarik, berilah warna yang terang terhadap produk dan branding yang menarik. Jangan warna yang kurang jelas seperti abu-abu.

Karena menurut Vincent, warna logo menentukan agar masyarakat mau melirik produk yang ada hingga berminat untuk membelinya. “Contohnya sabun warna cerah lebih disukai pembeli bahkan Mc Donald memberikan warna logo cerah yaitu kuning dan merah untuk menarik masyarakat dan teringat dengannya,” ujarnya.

Vincent menuturkan, tujuan packaging sendiri juga untuk melindungi produk yang dibuat. Untuk packaging yang dipergunakan terhadap produk kue haruslah kuat agar produknya  tidak mudah hancur.

Sedangkan untuk produk kain, packagingnya harus bisa melindungi warna agar ketika dikirim ke luar kota bahkan luar provinsi warna tetap bagus dan cerah.

Ditempat yang sama, instruktur tata rupa Muhammad Dayat menambahkan untuk packaging minuman harus memilih kantong yang bagus dan menarik. Dirinya tidak menyarankan pembuat minuman memberi packaging seperti kantong darah karena tidak begitu baik. “Pembeli akan tetap berpikiran bahwa kantong tersebut bukan minuman tetapi darah,” katanya.

Sedangkan untuk packaging yang mempunyai produk kain, Dayat mencontohkan untuk meniru kemasan sarung seperti Atlas. Mereka mempunyai packaging yang bagus tetapi mahal. “Bisa diakali dengan plastik saja tetapi diberi pemanis kayak sabuk,” ujarnya.

Dalam seminar business development ini, para peserta pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menanyakan berbagai hal tentang produk mereka masing-masing terhadap para pembicara. (ram)