GM Dikabarkan   Ekspor Mobil China ke AS

General Motors Rugi Rp 2,6 Triliun Akibat Tutup Pabrik

General Motors (GM) kemungkinan akan menjadi produsen mobil pertama Amerika Serikat yang melakukan produksi di  China lalu menjual di negaranya sendiri. Lembaga konsultan terkemuka IHS Automotive mengatakan analisis yang ada membuat pihaknya yakin bahwa GM berencana mengapalkan mobil jenis sport utility vehicle (SUV) kecil yaitu Buick Envision ke AS tahun depan. Mobil tersebut diproduksi di Shanghai untuk pasar China.

GM sendiri memproduksi dan menjual lebih banyak mobil di China  daripada di AS. Merk Buick sangat populer di China, melebihi popularitasnya di AS. General Motors  tidak membenarkan atau membantah berita ini. “Itu hanyalah spekulasi untuk saat ini. Kami belum merilis rencana apa pun di luar Tiongkok,” kata juru bicara Buick, Nick Richards.

Hanya ada satu produsen besar yaitu Volvo yang sudah mengumumkan rencana mengekspor mobil dari China  ke AS. Untuk diketahui, Volvo sekarang dimiliki produsen mobil Tiongkok, Geely.

GM bakal mendapat tekanan besar jika memutuskan untuk mengekspor mobil buatan  China ke AS. Pemerintah federal AS telah menggelontorkan dana talangan USD 49,5 miliar untuk membantu perusahaan ini  lepas dari kebangkrutan pada 2009.  Memang, perusahaan telah melunasi utangnya, namun para pembayar pajak kehilangan USD 10,6 miliar akibat bailout itu.

GM bersama dengan Ford Motor dan Fiat Chrysler terikat negosiasi kontrak dengan Serikat Pekerja Otomotif AS. Perjanjian yang berlaku sekarang akan kadaluarsa bulan depan. Tuntutan utama serikat pekerja adalah jaminan dari produsen untuk membuat mobil sebanyak mungkin di pabrik-pabrik AS untuk pasar AS.

Menurut prediksi IHS, GM akan menjual 38.000 unit Buick Envision di AS sampai 2017 nanti, dibandingkan penjualan di  China sebanyak sekitar 126.000 unit per tahun. (cnn/bst)