Giliran Harimau Putih KBS Asal India Mati

Giliran Harimau Putih KBS Asal India Mati
Lena, spesies Panthera tigris (harimau putih) koleksi Kebun Binatang Surabaya yang tersisa, Lena mengalami cacat pada ekor akibat terserang tetanus beberapa tahun yang lalu.

 

Satu per satu satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang memiliki permasalahan kesehatan, menemui ajal. Kali ini Chandrika, harimau benggala putih berusia 17 tahun. Keturunan pertama harimau impor dari India itu ditemukan mati di klinik karantina KBS sekitar pukul 20.22 WIB.  Harimau berjenis kelamin betina itu mengalami gangguan nafsu makan dan radang paru-paru.

“Usianya juga terbilang sudah uzur, 17 tahun. Normalnya maksimal 15 tahun,” jelas Direktur Operasional, drh Liang Kaspe saat kepada wartawan, Jumat (7/2/2014).

Sebelum mati, Chandrika sempat dirawat di karantina hewan KBS di bawah pengawasan drh Jassi selama tiga minggu. “Dia menderita sakit pada bagian lidah, gigi, dan gangguan pencernaan. Lidahnya rusak, tergigit-gigit, sehingga nafsu makannya berkurang,” ujar Liang. Semenjak sakit-sakitan, Chandrika hanya mau menyantap 2 kilogram daging. Normalnya, seekor harimau putih mengonsumsi 5-6 kilogram sehari.

Perawatan intensif untuk memperbaiki nutrisinya dilakukan. Makanannya dipotong kecil-kecil agar dagingnya lunak dan mudah dicerna. Namun, keadaannya tetap tak membaik. Nafasnya juga tersengal. “Di ruang perawatan, kita pasang infus dan siap berikan pernafasan bantuan. Kamis pagi (6/2/2014) nge-drop, lalu mati semalam,” kata Liang.

Humas PD Taman Satwa KBS Agus Supangkat mengatakan, koleksi harimau putih kini tinggal 5 satwa. Terdiri dari 2 ekor jantan dan 3 ekor betina. Sebelum Chandrika, harimau Benggala KBS yang terakhir, Santi, mati 8 September 2012. Santi merupakan salah satu satwa pemberian mantan presiden Soeharto sekitar tahun 1982-1983.

Secara keseluruhan, terdapat 83 ekor satwa yang masuk kategori cacat dan sakit. Sementara 40 ekor di antaranya berada dalam pengamatan serius.(wh)