Giliran Bu Nyai Jateng Kunjungi Pelatihan Pahlawan Ekonomi

Giliran Bu Nyai Jateng Belajar Kunjungi Pelatihan Pahlawan Ekonomi

Bu Nyai Jawa Tengah ikut seminar digital marketing. foto: arya wiraraja/enciety.co

Sedikitnya, 40 Bu Nyai Pengasuh Pondok Pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Tengah mendatangi pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu-Minggu (19-20/10/2019). Mereka ingin belajar terkait kesuksesan program pemberdayaan ekonomi warga yang dirilis Wali Kota Surabaya, tahun 2010.

Para Bu Nyai mengikuti pelatihan digital marketing, literasi keuangan, dan pelatihan teknis dari tiga cluster, yakni culinary business, home industry, dan creative industry.

Siti Hanifa, Pengurus Pondok Pesantren Assyamsuriyyah Jawa Tengah, mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya bisa melihat dari dekat pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

“Alhamdulillah, wawasan kami makin bertambah. Jadi usaha itu tidak hanya membuat produk lalu menjualnya dengan cara dipajang. Ada kiat-kiat yang dapat digunakan untuk membantu kita memasarkan supaya cepat laku. Itulah ilmu yang saya dapat dari pelatihan ini,” kata dia.

Muhim Nailul Ulya, Pengurus Pondok Pesantren Khozinatul Ulun Blora Jawa Tengah, menegaskan jika selama ikut pelatihan dirinya mendapat banyak pengetahuan. Di antaranya pengetahuan digital marketing dan pelatihan teknis seperti memasak dan membuat handicraft.

“Saya juga dapat ilmu banyak terkait promosi di sosial media dari mentor Facebook,” ujar dia.

Muhim mengaku punya akun media sosial seperti Facebook dan Instagram. Namun hanya  dipakai untuk menjalin silaturahmi. Jarang dipakai untuk promosi usaha. Dengan bekal pengetahuan digital marketing, ia akan menerapkan instrumen media sosial untuk jualan.

Muhim menambahkan, jika dirinya ingin memaksimalkan potensi media sosial sebagai tempat berjualan. Hal itu dia lakukan karena terinspirasi dari beberapa pengalaman yang didapat pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya dan Pejuang Muda Surabaya.

“Tadi sempat saya perhatikan dan sharing dengan mereka yang ikut pelatihan. Ibu-ibu itu juga memberikan masukan saya. Beliau cerita pengalaman pakai Facebook dan Instagram untuk jualan,” tegasnya. (wh)