GIIAS 2015: Wapres JK  Minta Komponen Lokal Ditingkatkan

giias 2015

Wakil Presiden (wapres), Jusuf Kalla (JK) mengakui bahwa ekonomi dunia tengah mengalami penurunan, sehingga berimbas pada penjualan mobil atau motor di dalam negeri pada semester pertama 2015. Saat meresmikan pembukaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Indonesia International Auto Show (GIIAS 2015), JK minta para pengusaha meningkatkan penjualan di pasar dalam negeri.

“Apa yang bisa dikembangkan ekonomi nasional ialah mengembangkan pasar dalam negeri. Pasar dunia harga menurun, sehingga tidak mudah,” kata JK, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Kamis (20/8/2015).

Menurutnya, di tengah menurunnya perekonomian dunia, perekonomian Indonesia justru mampu bertumbuh di angka 4 persen dan kalangan ekonomi menengah di Tanah Air semakin berkembang.

Pada saat yang bersamaan, ekspor kendaraan cenderung konstan, tidak bisa diandalkan, sehingga mengembangkan pasar dalam negeri menjadi pilihan utama.

JK minta industri otomotif mengedepankan penggunaan komponen yang berasal dari industri dalam negeri. “Pakailah komponen dalam negeri. Itu salah satu sumbangsih Anda (pengusaha otomotif),” imbaunya.

Menurut JK, dengan menggunakan komponen dalam negeri, maka secara tidak langsung akan memajukan industri atau pengusaha dalam negeri, yang akhirnya akan menciptakan keseimbangan dan perekonomian Tanah Air.

JK mencontohkan, untuk membangun transmisi pembangkit listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) ataupun membangun jembatan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) harus menggunakan komponen dari pengusaha dalam negeri. Hal ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. “Saya harapkan, industri mobil/motor dalam negeri tetap berkembang dengan pasar yang ada, menjaga ekonomi pasar dalam negeri, saling dukung kerja sama, sehingga industri dan pasar bisa berjalan,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Gaikindo, Sudirman M Rusdi mengatakan, penjualan kendaraan bermotor atau mobil pada 2015, lebih rendah dibandingkan penjualan tahun sebelumnya di periode yang sama.

Sudirman melaporkan, penjualan mobil pada semeseter pertama 2015, mencapai 525.000 unit atau turun 18 persen, sehingga diperkirakan penjualan tahun ini hanya sekitar 950.000 – 1 juta unit.

Sementara itu, ekspor kendaraan 2015 diperkirakan akan tetap sama dengan tahun lalu, mengingat hingga semester pertama mencapai 170.000 unit. Sudirman mengatakan, produksi mengalami penurunan sebesar 14 persen.

Acara pembukaan GIIAS turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Saleh Husein, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Gubernur Banten Rano Karno, dan mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.(bst)