Gerakan Penyadaran  Konsumsi Garam Yodium

Ini Penyakit Berat Akibat Berlebihan Konsumsi Garam

Penggunaan Garam Yodium untuk dikonsumsi masyarakat harus terus didengungkan. Karena dengan memakai garam beryodium dalam masakan, diharapkan tidak akan ada lagi penderita kelenjar gondok.

Kekurangan yodium sendiri seperti diketahui berdampak pada banyak masalah kesehatan yang serius, seperti gondongan hingga gangguan kecerdasan atau idiot. Oleh karenanya masalah kekurangan yodium ini menjadi salah satu perhatian khusus dalam peningkatan gizi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim Agus Sri Wardoyo mengatakan pihaknya meminta bahwa penyadaran pemakaian garam beryodium tidak hanya untuk masyarakat saja namun juga kepada pabrik garam agar memproduksinya.  “Kami melakukan pendekatan dan himbauan kepada industri agar hanya memproduksi garam beryodium saja agar tidak lagi memproduksi garam tak beryodium,” kata Agus Sri Wardoyo.

Menurutnya, Jatim sendiri mengalami empat kondisi kekurangan gizi yang memprihatinkan. Yaitu kekurangan energi protein atau masalah gizi buruk, gangguan akibat kekurangan yodium, kekurangan vitamin A, dan kekurangan gizi besi atau animea.

Masalah perbedaan biaya produksi menjadi alasan pelaku industri memilih memproduksi garam tidak beryodium agar mendapat untung sebanyak-banyaknya. Bahkan ada beberapa industri yang mencantumkan keterangan garam beryodium dalam kemasan ternyata setelah dites hasilnya tidak beryodium. Ia meminta agar industri yang memproduksi garam tidak beryodium untuk mau menambahkan zat kekebalan bagi tubuh tersebut. “Sudah ada aturan dan himbauan dari pemerintah untuk memproduksi garam beryodium,” tuturnya. (*)