Canangkan Gerakan Nasional Keselamatan Berlalu Lintas

Canangkan Gerakan Nasional Keselamatan Berlalu Lintas

Gerakan nasional keselamatan berlalu lintas yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dilaksanakan di Jatim.  Acara yang berlangsung di Taman Bungkul tersebut, juga dihadiri Kapolda Jawa Timur, Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, Gubernur TNI AL dan Pangarmatim.

Dalam kesempatan pencanangan gerakan nasional ini, SBY melakukan teleconference dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono tentang dukungan Jatim menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Unggung melaporkan jika Jatim hingga kini suasananya berada dalam kondisi aman dari sisi lalu lintasnya. “Kami siap untuk menjadikan Jatim menjadi provinsi angka laka lalinnya rendah,” katanya, Minggu (26/1/2014).

Ditambahkan Unggung, Jatim sendiri dibagi menjadi tiga wilayah. Yaitu wilayah Pantura, tengah maupun selatan. Serta polisi siap dalam penegakan hukum di bidang lantas yakni pelanggaran marka jalan tidak terputus dan tidak boleh mandahului. Juga batas kecepatan maksimal bus antar kota 60km/jam saat melaju.

Menurut dia, Polda Jatim sendiri dalam rangka gerakan nasional ini sudah melakukan langkah-langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas. Mulai dari penggelaran kekuatan Polri di lokasi rawan kecelakaan dan kriminalitas. “Kami telah mendirikan 495 pos pantau di black spot rawan kriminalitas,” sambungnya.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan yang sudah dilakukan yakni mapping daerah rawan atau black spot. Upaya yang dilakukan yakni terapi turjawali, pemasangan rambu, PU dan Bina Marga tentang geometri jalan dan melakukan evaluasi jika terjadi kecelakaan lalu lintas.

Usai mendengarkan laporan dari Kapolda Jatim, Susilo memberikan himbauan agar Jatim tetap siaga pada adanya bencana alam. Ini mengingat berdasarkan prediksi dari BMKG cuaca di Indonesia masih belum kondusif.

“Mengenai bencana beberapa hari lalu saya sudah bicara dengan Pakde Karwo soal Jatim bebas bencana. Tapi prediksi BMKG cuaca di Indonesia belum kondusif sehingga saya mengimbau Jatim tetap waspada bencana,” kata SBY.

SBY juga meminta agar Polda Jatim tetap menjalankan program yang selama ini dilakukan. “Selamat bertugas Jatim dan teruslah menjadi contoh,” tutupnya.

Dalam kesempatan pencanangan gerakan nasional itu pula, beberapa perwakilan dari IMI, komunitas ojek, LSM, organda, pelajar, mahasiswa, korban kecelakaan lalu lintas, sepeda dan MTI menyampaikan deklarasi komitmen pelopor keselamatan berlalu lintas.(wh)