Genjot Realisasi Proyek, Kementerian PUPR Berharap Serap Rp 108 T

Genjot Realisasi Proyek, Kementerian PUPR Berharap Serap Rp 108 T
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, foto: setkab.go.id

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus menggenjot penyerapan anggaran untuk sejumlah proyek infrastruktur. Langkah ini diharapkan akan mempercepat pembangunan sejumlah proyek di Indonesia.

“Kita akan terus berusaha melakukan pemyerapan anggaran. Tapi tetap tidak akan tercapai 100 persen, paling mentok 93 persen. Jadi ada tujuh persen yang akan kami kembalikan (ke Kemenkeu),” ujar Menteri PUPR Basuki  Hadimuljono seusai rapat kerja percepatan serapan anggaran di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Tahun ini, Kementrian PUPR mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 118,5 triliun. Tak maksimalnya menyerapan anggaran karena proses anggaran membutuhkan waktu.

Basuki mengatakan, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar tujuh persen atau sekitar Rp 8,2 triliun akan dikembalikan.

Nantinya Silpa tersebut akan diatur ulang oleh Kemenkeu untuk dianggarkan lagi pada 2016 mendatang. Basuki memastikan serapan anggaran pada 2016 tidak akan lamban layaknya tahun ini. Kementerian PUPR mengantisipasinya dengan mempercepat proses lelang, yang sudah dilakukan sejak Agustus lalu.

Sebelumnya, Kementerian PUPR sudah melakukan proses lelang sebanyak 61 paket proyek dengan total nilai Rp 3,7 triliun. Hal itu dilakukan agar proyek-proyek dapat segera berjalan dan juga otomatis anggaran PUPR dapat terserap. “Ini memastikan bahwa percepatan dilakukan dan anggaran tahun 2016 dipersiapkan dengan baik,” imbuh Basuki.

Untuk penyerapan APBN 2015, Kementerian PUPR telah menyerap anggaran sebesar 33 persen. Basuki menargetkan hingga akhir bulan ini pihaknya akan menyerap anggaran hingga 44 persen, Oktober sebesar 57 persen, November sebesar 70 persen, dan Desember 93 persen.

Direktorat Jenderal Bina Marga sebelumnya mencatat ada beberapa proyek yang lelangnya siap dipercepat dengan nilai total mencapai Rp 28,3 triliun. Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto, pada Agustus pihaknya telah melelang sejumlah proyek senilai Rp 3,7 triliun.

Pada September ini, proyek yang akan dilelang senilai Rp 7,62 triliun, kemudian pada Oktober Rp 8,5 triliun. Sedangkan pada November dan Desember masing-masing sebesar Rp 5,74 triliun dan Rp 2,76 triliun.

“(Lelang) ini agar keterlambatan lelang yang terjadi pada tahun ini tidak terulang lagi tahun depan,” tegas Hediyanto. (wh)