GEN Global Apresiasi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda

GEN Global Apresiasi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda

Humas PE dan PM Agus Wahyudi, Associate Director GEN Sarolta Borzas, Farah (protokol Pemkot Surabaya) di di Kaza City Mall Surabaya, Sabtu, (25/8/2018). foto:humas pemkot surabaya

Program Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mendapat apresiasi positif dari asosiasi Global Entrepreneurship Network (GEN). Sejak digulirnya program tersebut, masyarakat sudah dikenalkan pada konsep go global, go digital dan go financial. Yang mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) memiliki usaha meluas hingga ranah global dengan memanfaatkan teknologi digital.

Hal itu disampaikan Associate Director Global Entrepreneurship Network (GEN) Sarolta Borzas saat mengunjungi acara PE dan PM di Kaza City Mall Surabaya, Sabtu, (25/8/2018).

Menurutnya, program yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya bagi perempuan adalah hal yang luar biasa. Bagaimana melalui program ini, pemerintah kota bisa membangun kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.

“Saya melihatnya ini adalah hal yang luar biasa. Melalui program ini, pemerintah kota bisa meningkatkan ekonomi masyarakatnya,” kata Sarolta Borzas. Dalam kunjungannya, Sarolta ditemui Humas PE dan PM Agus Wahyudi .

Bahkan, ia memastikan program tersebut dapat menjadi percontohan bagi negara-negara lain yang nantinya berkunjung di event Startup Nations Summit (SNS) 2018 pada 16-17 November mendatang.

Sarolta yang telah berkunjung ke berbagai negara tersebut mengaku, bahwa belum ada program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang pesertanya hampir 99 persen ibu-ibu rumah tangga.

“Ini bisa jadi contoh yang bagus bagi negara-negara lain, yang nanti akan berkunjung di Surabaya,” ujarnya.

GEN Global Apresiasi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda
foto:humas pemkot surabaya

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan menjadi seorang Entrepreneurship adalah hal yang sangat tepat saat ini. Karena, pada tahun 2020 nanti, persaingan ekonomi bukan hanya pada level ASEAN, namun global. Jika masyarakat tidak mempersiapkan mulai sekarang, hal ini akan menjadi sebuah bencana demografi.

“Karena itu, anak-anak kita harus mulai kita persiapkan, dia tangguh dalam bidang apapun. Jadi terhadap kualitas produk, mental, cara berkomunikasi dan terhadap macam apapun harus siap,” kata Wali Kota Risma beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, sejak tahun 2010 lalu, Pemkot Surabaya sudah mulai menyiapkan berbagai program untuk mencapai stabilitas dan kemajuan ekonomi yang kuat dalam menghadapi arus persaingan secara global. Salah satunya yakni melalui program pemberdayaan perempuan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

“Saya ingin anak-anak kita bisa berhasil, tidak tergantung dengan orang lain. Bisa menciptakan sebuah pekerjaan sendiri tanpa menggantungkan kepada orang lain,” imbuhnya. (wh)