Gemerlap Peresmian Jembatan Suroboyo dan Air Mancur Menari

Gemerlap Peresmian Jembatan Suroboyo dan Air Mancur Menari

Air Mancur Menari yang diresmikan bersama Jembatan Suroboyo, Sabtu (9/7/2016). foto:budi s

Jembatan Suroboyo dan Air Mancur Menari di pesisir Pantai Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya diresmikan, Sabtu (9/7/2016). Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Forkopimda, pejabat SKPD Pemkot Surabaya, anggota DPRD Surabaya, perwakilan negara asing yang menjadi sister city Surabaya, perwakilan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dan lainnya.

Peresmian berlangsung semarak. Atraksi Air Mancur Menari benar-benar memukau undangan dan masyarakat yang menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Ribuan masyarakat tumplek blek di arena peresmian Jembatan Suroboyo dan Air mancur Menari. Saking banyaknya banyak di antara mereka saling berdesak-deskan untuk mendapatkan tempat yang nyaman menyaksikan Air Mancur Menari.

Pemerintah Kota Surabaya sendiri menyiapkan shuttle bus di dua titik. Bus tersebut mengantar pengunjung untuk menyaksikan peresmian Jembatan Suroboyo.

Gemerlap Peresmian Jembatan Suroboyo dan Air Mancur Menari
Jajaran undangan menghadiri peresmian Jembatan Suroboyo dan Air mancur Menari, Sabtu (9/7/2016). foto: budi s

Ada dua titik shuttle bus yang akan mengantar masyarakat pengunjung ke lokasi panggung peresmian, yakni di Taman Bulak dan Ken Park. Sedangkan titik parkir kendaraan bermotor seperti di Kenjeran Lama, Taman Bulak, Ken Park. Untuk menuju ke lokasi, warga diarahkan melintas dari akses Perumahan Pantai Mentari dan Sukolilo (Ken Park). Sedangkan dari arah utara diarahkan melalui Suramadu terus ke Jalan Nambangan.

Meski hari ini Air Mancur Menari diresmikan, rencana ke depan penampilan air mancur tidak akan menari-nari setiap malamnya. Alasannya, biaya operasional Air Mancur Menari itu cukup besar, sehingga Pemkot Surabaya akan menjadwalkan kapan waktu air mancur menari. “Tidak terus menyala. Nanti dikasih hari-hari tertentu (atraksi air mancur menari),” ujar Wali Kota Tri Rismaharini.

Berbeda dengan operasional Jembatan Suroboyo yang memiliki panjang sekitar 700 meter dan lebar 18 meter ini, yang tetap bisa dilintasi. “Kalau jalannya (jembatan) berfungsi,” tandas Risma. (wh)