Gelar Lomba Cipta Menu Olahan Ikan di SIB

Gelar Lomba Cipta Menu Olahan Ikan di SIB

Rini Indriyani Eri Cahyadi di SIB.foto:humas pemkot surabaya

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menggelar lomba Cipta Menu Olahan Ikan Tingkat Kota Surabaya. Acara berlangsung di Sentra Ikan Bulak (SIB), Senin (21/6/2021). Dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi.

Rini mengatakan, kompetisi masak itu digelar dengan protokol kesehatan (prokes) covid-19 . Makanya, ia memastikan pelaksanaan lomba terbagi menjadi dua sesi selama dua hari. “Demi menjaga prokes kita bagi menjadi dua sesi. Masing-masing tim terdiri dari dua peserta,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan tema Menu Olahan Ikan Kekinian  diharapkan para peserta melahirkan kreasi dan inovasi menu baru. Terutama untuk dua jenis ikan yang dilombakan, yakni bandeng dan patin. Hal ini penting dilakukan, agar mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan demi memenuhi kebutuhan asupan protein bagi tubuh.

“Saya yakin para ibu di Surabaya ini hebat. Mereka mampu berkreasi membuat olahan ikan menjadi sesuatu yang menarik. Apalagi untuk anak-anak yang tidak terlalu suka ikan. Nah, kreasi seperti ini juga dapat membangkitkan selera mereka sehingga kebutuhan protein terpenuhi,” urainya.

Tidak hanya itu, Rini menyebut olahan ini akan dijadikan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun sebelum dipromosikan, produk tersebut akan diberi kemasan yang layak dan menarik. Dia memastikan para pemenang itu akan diberi pelatihan terkait kemasan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan produk.

“Mengingat gizi dari ikan itu sangat istimewa ya, jadi harus dikemas yang menarik. Karena kandungan mineral dan vitamin. Bandeng juga mengandung omega 3 yang tinggi bermanfaat untuk menunjang kinerja otak, mencegah berbagai penyakit kronis,” jelas dia.

Rini menekankan agar para peserta tetap menerapkan prokes . “Ibu jangan lupa prokesnya, mari kita jaga kota ini agar pandemi segera berakhir,” ucapnya.

Kepala Bidang Pangan DKPP Kota Surabaya Evi Darmayanti mengungkapkan, pemaran digelar dua hari. Diikuti  peserta dari 31 kecamatan. Hari pertama ada 16 tim dari 16 kecamatan. Setelah 31 tim tampil akan diambil finalis yang kembali dilombakan pada 24 Juni mendatang.

“Setelah itu, pemenang akan mewakili Surabaya di tingkat provinsi. Untuk hadiahnya ada uang pembinaan,” pungkasnya. (wh)